ART Asal Kabupaten Kupang Diduga Dibunuh Pacar Lalu Dibuang di Sekitar Rumah Majikan

- Editor

Minggu, 6 November 2022 - 14:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nofri Seko (almarhum) dan terduga pelaku (DM) alias Domi. foto: istimewa.

Nofri Seko (almarhum) dan terduga pelaku (DM) alias Domi. foto: istimewa.

Kupang,jurnal-NTT.com – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berjenis kelamin perempuan asal Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Nofri Seko diduga dibunuh sang pacar berinisial DM alias Domi, asal Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang. Setelah dibunuh lalu jenazah korban dibuang oleh pelaku di selokan, di sekitar rumah majikan korban yang beralamat di Tangerang, Provinsi Banten.

Salah satu kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, ketika dikonfirmasi media ini, Minggu, (06/11/2022), menjelaskan, pelaku dan korban sama-sama bekerja di Tangerang. Korban bekerja sebagai ART dan pelaku bekerja di agen tissue. Pelaku dan korban memiliki hubungan asmara sejak enam tahun lalu.

Menurut kerabat korban tersebut, jenazah korban baru ditemukan pada Sabtu 5 November 2022. Diduga korban dibunuh pelaku sejak tanggal 23 Oktober 2022 yang lalu. Sebab saat itu, pelaku mengajak korban jalan-jalan. Sejak saat itu, korban tidak pernah bekerja lagi, sampai saat ditemukan sudah meninggal dunia.

Ia mengatakan, setelah dibunuh, jenazah korban dibuang pelaku di selokan yang letaknya tidak jauh dari rumah majikan korban. Saat ditemukan warga, jenazah sudah mulai membusuk.

“(Bunuh) dua minggu yang lalu dan buang kembali di sekitar rumah bos tempat adik perempuan kerja. Buang di selokan”, jelasnya.

Setelah menemukan jenazah, warga langsung melapor ke aparat kepolisian setempat. Dan polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan setelah menemukan sidik jari pelaku pada tubuh korban.

Baca Juga  Sejumlah Guru Honor Keluhkan Pengelolaan Dana BOS di SD Inpres Lili

“Ketemu su sonde kenal lai.karena su mulai membusuk.hanya karena sidik jari dari kepolisian yg ungkap identitas adik perempuan ini”, ungkap kerabat korban.

Ia melanjutkan, saat ini pelaku sudah diamankan dan ditahan aparat kepolisian setempat. Sementara jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit setempat untuk diotopsi.

Pantauan media ini, Minggu (06/11/2022) Pukul 13.00 siang, salah satu akun Facebook bernama Nindy Florensia, memosting foto pelaku dan korban dengan menambahkan pesan sedih.

“Domi toleu lu pu punya tega lai jjln dgn damai kk ayu surga tempatmu smoga tenang di alam barumu kk cantik kk bkn siapa2nya bta hati sakit dgn kematian kk begini sadis smuanya Tuhan ator baik2 dirumah Tuhan kk”, bunyi pesan Nindy Florensia dalam postingannya.

Baca Juga  Aneh ! inventaris Kantor Raib, Sekwan dan Kabag Umum Setwan Kabupaten Kupang Tak Lapor Polisi

Postingan akun Nindy itu mendapat beragam komentar netizen yang umumnya mengutuk perbuatan pelaku.

“Kasian ee, padahal dong dua bakucinta, kenapa Domy berbuat jahat sperti ini, tega sekali domy eee? Kasian anak orang”, komentar Edha Spn Edha.

“Manusia sonde ada Hati betul. Seribu kali orang salah dan bkn lu sakit hati setidaknya bisa di selesaikan dgn cara baik-bauk. Bukan dgn cara bgni kasian orang pung anak. ingat karma itu berlaku ini saat lu buat orang bsk”lu akan dpat lu pu bagian”, pesan Sheng Febriyanti Tanaos.

Sampai berita ini dipublikasi, belum ada informasi resmi dari aparat kepolisian terkait peristiwa ini.(epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kuasa Hukum Keluarga Korban Desak Polres TTU Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kematian Tidak Wajar di Desa Bannae
Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Dugaan Korupsi Dana Desa Taunbaen Timur, Empat Saksi Diperiksa
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Minta Polres TTU Segera Tangkap Pelaku
Kerabat Kades Taunbaen Timur Diduga Monopoli Proyek Dana Desa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:37 WITA

Kuasa Hukum Keluarga Korban Desak Polres TTU Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kematian Tidak Wajar di Desa Bannae

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:02 WITA

Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT

Berita Terbaru