Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

- Editor

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNALNTT – Pendaratan perdana pesawat Kefa Air di Bandara Jack Ukat bukan hanya membuka akses udara baru bagi Bumi Biinmaffo, tetapi juga menjadi momentum mengenang jasa para pemimpin terdahulu.

Di hadapan ribuan warga dan jajaran Forkopimda, Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo menjelaskan alasan di balik penamaan bandara tersebut.

Menurutnya, nama ” Jack Ukat ” dipilih bukan tanpa alasan. Itu adalah bentuk penghormatan kepada mantan Bupati TTU yang berasal dari wilayah Bikomi, tempat bandara itu berdiri.

“Saya ketika memilih nama Bandara Jack Ukat ini, ketika sudah melihat bahwa ini akan direalisasikan, saya berdiri di ruangan saya dan saya melihat siapa bupati yang dari Bikomi. Saya cek satu-satu dan ternyata Pak Jack Ukat. Sehingga saya bilang bandara ini berada di wilayah Bikomi, maka harus pakai nama orang Bikomi. Sehingga dipilihlah Bapak Jack Ukat sebagai nama bandara resmi,” ungkap Bupati Falen Kebo, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga  Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Orang nomor satu di TTU ini menegaskan, kebijakan memberi nama tokoh pada fasilitas publik akan menjadi tradisi baru di TTU. Tujuannya sederhana : agar jasa para pendahulu tidak dilupakan.

“Jadi semua yang kita gunakan dan manfaatkan di TTU, baik nama-nama jalan, gedung maupun bangunan untuk umum, kita akan menggunakan nama bupati yang sudah mendahului kita, atas jasa-jasa mereka selama mereka menjabat,” katanya.

Baca Juga  Usai Dilantik Bupati Fallen Kebo, RSUD Kefamenanu Genjot Layanan dan Perbaiki Gedung Tua

Komitmen ini akan terus berlanjut.
“Jadi apa pun, yang akan kita bangun, kita akan beri nama, nama-nama mantan bupati yang sudah mendahului kita,” katanya.

Bagi Pemkab TTU, Bandara Jack Ukat lebih dari sekedar infrastruktur. Bandara ini kini menjadi simbol. Simbol penghubung antarwilayah, sekaligus pengingat bahwa setiap pembangunan hari ini berdiri di atas fondasi pengabdian para pemimpin masa lalu***.

Facebook Comments Box

Penulis : Mario

Editor : Maryo Usboko

Sumber Berita: JurnalNTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Kepala BPS TTU Imbau Masyarakat Jujur dalam Sensus Ekonomi 2026
Jeratan Pasal 448 – 449 KUHP Mengintai Tiga Anggota DPRD TTU Kasus Dr. Icha
Tak Ada Perlindungan, PDIP TTU : Kader Bersalah Intimidasi Nakes Harus Disanksi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Senin, 13 Juli 2026 - 15:45 WITA

Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:19 WITA

Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA