50 Kepala Desa di Malaka Akan Diaudit Setelah Kegiatan Audit Keuangan Daerah oleh BPK

- Editor

Selasa, 20 Februari 2024 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Irda Kabupaten Malaka, Remigius Leki l. Foto : istimewa.

Kepala Irda Kabupaten Malaka, Remigius Leki l. Foto : istimewa.

Betun,jurnal-NTT.com – Sebanyak 50 kepala desa di Kabupaten Malaka akan diaudit atas pengelolaan keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Rencana audit ini akan dilakukan usai kegiatan audit laporan keuangan daerah yang saat ini sedang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Demikian disampaikan Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Malaka, Remigius Leki kepada media ini di Kantor Bupati Malaka, Senin (20/02/2024).

Menurut Remigius, rencana audit terhadap pengelolaan ADD dan DD oleh 50 kepala desa tersebut akan lebih difokuskan kepada para kepala desa yang baru menjabat. Meskipun demikian, para mantan kepala desa juga tidak akan luput dari kegiatan audit tersebut jika ada pengaduan dari masyarakat.

Ia menjelaskan, rencana audit akan lebih difokuskan pada pencegahan. Tindakan pencegahan itu akan dilakukan dengan melakukan pendampingan terhadap kegiatan pengelolaan ADD dan DD, mulai dari perencanaan hingga penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

“Jadi pola pengawasannya kita rubah dari pos audit kita lebih ke Early Warning System (peringatan dini)”, jelasnya.

Baca Juga  Bupati Malaka Beri Atensi, Siapkan Anggaran Bangun Jalan Nanin-Nanebot

Remigius mengatakan, tujuan dari penerapan early warning system itu adalah untuk mencegah agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan dalam pengelolaan keuangan di desa dalam skala yang lebih besar.

Meskipun tim auditor lebih fokus pada pendampingan namun lanjut Remigius, tidak menutup kemungkinan, jika terdapat temuan kerugian negara dalam kegiatan audit itu maka para kepala desa diwajibkan untuk mengembalikan kerugian negara sesuai temuan.

Baca Juga  Polsek Kupang Timur Ringkus Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur

“Audit tetap berjalan. Kalau ada temuan maka tetap harus kembalikan (kerugian negara). Tetapi kita lebih fokus pada pendampingan”, jelasnya.

Remigius berharap agar para kepala desa di Malaka tidak melakukan tindakan kecurangan dalam pengelolaan keuangan ADD dan DD.

“Kita harapkan supaya tidak ada kecurangan. Kalaupun terjadi nilainya tidak terlalu besar. Jadi tujuan pendampingan itu adalah dapat meminimalisir kecurangan yang terjadi”, pungkasnya. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 951 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH

ADVERTORIAL

Bupati Kupang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:30 WITA

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA