Penasehat MKP Gelar FGD Bersama Pemda Malaka – Perbatasan RDTL

- Editor

Selasa, 9 November 2021 - 19:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALAKA, jurnal-ntt.com – Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS bersama Pemda Malaka gelar Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selasa 9 November 2021.

FGD tersebut bertema; Pembagunan Kabupaten Malaka Sebagai Daerah Perbatasan Antar Negara Daerah Kepulauan dan Pesisir Pantai.

Dalam FGD tersebut Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS sebagai nara sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia itu, diterima secara adat oleh pemerintah dan tokoh adat di Kabupaten Malaka, selanjutnya melakukan sejumlah agenda hingga Rabu 10 November 2021.

Pantauan media ini, Senin (8/11/21) siang, Profesor Rokhmin bersama tim yang didamping Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengunjungi beberapa lokasi pantai di bagian selatan Laut Timor.

Baca Juga  Bupati TTU Diundang Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste

Lokasi yang dikunjung diantaranya, pantai di Hasan (red, teluk) Abudenok di Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat dan para nelayan di Desa Kletek dan Suai Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka.

Bersama para nelayan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong-Royong era Presiden Megawati Soekarnoputri begitu bangga, kagum dan senang ketika berdialog dengan para nelayan.

Tidak dapat dibayang, seorang guru besar berpenampilan sederhana, berbicara apa adanya dan menyapa para nelayan dalam senyuman dan tawa canda yang menarik simpati.

Tampaknya, profesor punya kemampuan mendengar, para nelayan diajak bicara. Bicara tentang kehidupan nelayan, pekerjaannya dan kondisi yang dihadapi.

Baca Juga  STIKUM dan UNITAL Gelar Seminar Internasional : Peranan Hukum Adat Dalam Penyelesaian Masalah Sosial di Wilayah Perbatasan RI - Timor Leste

Terkadang profesor bertanya untuk mengetahui tentang apa yang dilakukan para nelayan dan hasilnya. Tak lupa juga, kondisi yang dihadapi para nelayan.

Dalam gaya bercerita, Profesor Rokhmin menyapa dan berdialog untuk mengetahui perasaan dan pikiran para nelayan.

Demikian pun, para nelayan begitu jujur di hadapan profesor dan tim tentang apa yang dikerjakan dan dialami selama ini. Suasana ini menarik simpati dan terkadang mengundang canda-tawa.

Profesor Rokhmin kepada wartawan usai berdialog dengan para nelayan di Hasan Abudenok, Senin (8/11/21) sore mengatakan sudah mendengar banyak masukan dari para nelayan dan menjelaskan potensi produksi lestari perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya serta teknologinya.

Baca Juga  Skandal Rokok Ilegal di TTU, Dua WNA Asal Cina Dibongkar

“Ini perlu dikembangkan industri pengolahannya untuk ada nilai tambah. Seperti apa, yah perlu ada pabrik pengolahan ikan,” kata Profesor Rokhmin yang mengaku wilayah pesisir pantai di Kabupaten Malaka potensial budi daya payau dan lautnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Simon mengakui penampilan Profesor Rokhmi yang sederhana dan rendah hati untuk datang dan mau membangun Malaka.

Pengakuan ini didasarkan pada kerelaan dan kesediaan Profesor Rokhmin dan tim untuk datang ke Malaka.

Tidak semua orang, apalagi berasal dari kalangan profesional datang ke Malaka ketika diundang. Kehadiran profesor dan tim memotivasi keseriusannya untuk membangun Malaka.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Skandal Rokok Ilegal di TTU, Dua WNA Asal Cina Dibongkar
Bupati TTU Diundang Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste
Penyelesaian Persolan Sosial di Perbatasan RI – RDTL Bisa Menggunakan Hukum Adat dan Peraturan Daerah
STIKUM dan UNITAL Gelar Seminar Internasional : Peranan Hukum Adat Dalam Penyelesaian Masalah Sosial di Wilayah Perbatasan RI – Timor Leste
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:12 WITA

Skandal Rokok Ilegal di TTU, Dua WNA Asal Cina Dibongkar

Sabtu, 29 November 2025 - 05:52 WITA

Bupati TTU Diundang Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste

Jumat, 17 Mei 2024 - 12:39 WITA

Penyelesaian Persolan Sosial di Perbatasan RI – RDTL Bisa Menggunakan Hukum Adat dan Peraturan Daerah

Rabu, 15 Mei 2024 - 13:33 WITA

STIKUM dan UNITAL Gelar Seminar Internasional : Peranan Hukum Adat Dalam Penyelesaian Masalah Sosial di Wilayah Perbatasan RI – Timor Leste

Selasa, 9 November 2021 - 19:12 WITA

Penasehat MKP Gelar FGD Bersama Pemda Malaka – Perbatasan RDTL

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA