Aktivisi Sosial Kritisi Kebijakan Partai Golkar NTT : “Turunkan Simpati Publik”

- Editor

Selasa, 28 Mei 2024 - 09:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adrianus Jemaat

Adrianus Jemaat

Kupang, jurnal-NTT.com – Menutup pintu terhadap kader internal partai politik (parpol) yang dengan penuh semangat mau mendaftarkan diri sebagai calon pemimpin publik merupakan satu tindakan yang berpotensi ‘menurunkan’ simpati publik terhadap sebuah parpol. Bahkan mungkin juga kepada calon pemimpin dari parpol itu sedemikan itu.

Hal ini dilansir dalam tulisan Adrianus Jemaat pada WAG Ayo Jemput PKF

Bagi Adam (nama yang biasa disapa sebagai Pekerja Sosial), tidak berpikir bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara, tetapi lebih pada bagaimana menggunakan kekuasaan yang ada untuk memperbaiki segala dimensi kehidupan bersama ke arah yang lebih beradab dan bermartabat bagi kehidupan anak-anak manusia dibawah kolong langit ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini berbeda dengan para politisi di negeri ini. Mestinya target menjadi pemimpin publik harus tercermin dalam kepemimpinan sebuah organisasi kecil atau menengah ke atas. Bila masih berkutat pada upaya mempertahankan posisi kekuasaan demi kenyamanan diri dan kolega semata, artinya seseorang belum selesai dengan dirinya sendiri.

Baca Juga  Kasat Reskrim Iptu Jamari Pimpin Penggerebekan Arena Perjudian Di Webriamata

Dengan demikian ia lebih fokus pada kepentingan diri dan koleganya ketimbang menyibukkan diri pada urusan yang justeru berpotensi mengganggu kemapanan dan kenyamanan hidupnya.

Adam menyoroti lebih dalam soal kebijakan Partai Besar yang sudah matang tentang kaderisasi namun ada keanehan dalam proses perekrutan melalui pola pendaftaran pada DPD I Partai Golkar Provinsi NTT.

Diamati bahwa Partai Golkar memberikan prioritas utama pada para kader internal / pengurus parpol yang diusung , tentu bisa dimaklumi . Daripada figur non parpol atau dari parpol lain daftar ramai-ramai ke Golkar tapi pada akhirnya yang diprioritaskan oleh Golkar adalah para kadernya sendiri, tentu jauh lebih baik tidak perlu ikut mendaftar ke rumah Partai Golkar NTT.

Pertanyaannya bagaimana bisa Golkar ajak parpol lain untuk berkoalisi hanya dalam rangka penuhi persyaratan 13 kursi untuk bisa lolos di KPUD NTT, sementara Golkar sendiri dengan kekuatan 9 kursi , tutup pintu terhadap kader lain, bahkan kader Golkar sendiri dari DPP yang mau daftar ke rumah Golkar NTT ?

Baca Juga  Pengelolaan Pantai Teres dan Fatubraon Akan Ditenderkan Kepada Pihak Ketiga

Sulit dibayangkan jika 10 dari 11 parpol yang punya keterwakilan di DPRD Provinsi NTT misalnya ‘ enggan ‘ untuk berkoalisi dengan Partai Golkar maka 9 kursi dari Partai Golkar akan ‘hangus’.

“Heran saja, kenapa DPD 1 Partai Golkar NTT tutup pintu terhadap bakal Calon Pemimpin NTT yang mau mendaftar di Partai Golkar NTT? bahkan kepada kader Partai Golkar sendiri dari tingkat DPP Seperti Wakil Sekjen Bapak Sebastian Salang bakal calon Wakil Gubernur mendampingi Orias Petrus Moedak juga pintu Golkar ditutup” tulis adam

Aktivis dan Pegiat Sosial yang selama ini memperjuangkan aspirasi warga Flores untuk pemekaran Provinsi NTT ini juga mempersoalkan bahwa DPD I Partai Golkar NTT menutup pintu terhadap pendaftaran kader partai Golkar namun belakangan diketahui membuka pendaftaran bagi Bakal Calon Bupati dari DPD II Golkar Kabupaten Lembata di Kantor Golkar DPD 1 NTT Jumat, 24 Mei 2025.

Baca Juga  Henry Simu Minta Pemkab Malaka Angkat Guru Honor Komite menjadi Tenaga Kontrak Daerah

“Apa memang demikian kebijakan internal rumah tangga Partai Golkar NTT, terkhusus Pengurus Desk Pilkada DPD 1 Golkar NTT ini ? perlu dipertanyakan, apa niatannya dibalik mekanisme partai golkar tersebut” tegas Adrianus Jemaat nama lengkap dari Kraeng Adam.

Adam juga memberikan harapan agar proses tahapan pemilukada tahun 2024 ini benar-benar berjalan dengan baik.

Bagi sejumlah bakal calon pemimpin NTT yang beredar saat ini , Adam berpesan kepada seluruh rakyat khususnya di NTT agar sudah bisa menilai siapa yang benar-benar hadir karena suatu keprihatinan dan komitmen untuk memperbaiki situasi dan kondisi keterpurukan yang ada dan siapa yang hanya mau ‘ keruk ‘ apa yang masih tersisa di Nusa Tinggal Tulang/ NTT.

“Mari kita berdoa bersama agar para bakal pemimpin NTT ini hadir dengan ketulusan untuk memperbaiki kondisi NTT sungguh mendapatkan dukungan dari sejumlah parpol agar lolos di KPUD NTT dan akhirnya boleh terpilih,” tandas Adam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH

ADVERTORIAL

Bupati Kupang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:30 WITA

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA