Ini Hasil Rapid Test Dua Orang Sopir Travel Pengangkut Tujuh Mahasiswa Timor Leste

- Editor

Senin, 20 April 2020 - 12:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, JurnalNTT.Com – Hasil rapid test terhadap dua orang sopir travel pengangkut tujuh orang mahasiswa asal Timor Leste yang positif virus covid-19 dinyatakan non-rekatif atau negatif covid-19.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Naibonat, dr.Erol Nenobais, Senin (20/4/2020) sore.

Direktur RSUD Naibonat, dr.Erol Nenobais.

Menurut Erol, setelah dinyatakan negatif, kedua sopir tersebut diwajibkan menjalani karantina mandiri di rumah di bawah pengawasan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Setelah menjalani masa karantina selama 10 hari, lanjut Erol, kedua sopir yang kini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut akan menjalani rapid test kedua sekaligus menjalani tes swab atau tes cairan tenggorokan sesuai standar penanganan covid-19.
Sementara itu, kepada wartawan, usai menjalani rapid test, dua orang oknum sopir travel yakni (YT) dan (YN), mengaku mengangkut tujuh mahasiswa asal Timor Leste tersebut dari Kota Kupang ke Perbatasan Motaain, Kabupaten Belu.
Tujuh mahasiswa tersebut diangkut menggunakan dua mobil travel pada tanggal 8 April 2020 sekitar Pukul 2.00 Wita dan Pukul 3.00 Wita dini hari.
Pantauan wartawan di RSUD Naibonat, kedua sopir yang merupakan warga Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang tersebut diantar oleh petugas kesehatan mengenakan Alat Pelindung diri (APD) lengkap dari Puskesmas Tarus dengan menggunakan mobil ambulance.
Setibanya di RSUD Naibonat, keduanya langsung menjalani rapid test.
Setelah menunggu sekitar satu jam, hasil rapid test rampung dan keduanya dinyatakan non-reaktif atau negatif covid-19. (epy).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH

ADVERTORIAL

Bupati Kupang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:30 WITA

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA