Serahkan Bantuan Beras, Dua Tokoh Agama Ungkapkan Rasa Simpati Pada Pemda Malaka

- Editor

Jumat, 29 Oktober 2021 - 18:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun, jurnal-NTT.com – Dua tokoh agama masing-masing Romo Yosef Meak, Pr pastor paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan dan Pendeta Albert Tanahana dari gereja GMIT Getzemani Lalor Bolan menyampaikan rasa simpati kepada Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Bupati Malaka yang terus memberikan perhatian kepada umat atau jemaat yang terdampak langsung bencana.

Rasa simpati itu diungkapkan saat Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH datang dan membagikan langsung bantuan beras kepada warga yang terdampak bencana seroja April lalu di 2 gereja tersebut, Kamis (28/10/2021).

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH mengatakan bantuan yang diberikan kepada warga merupakan bentuk perhatian, wujud dukungan dan support kepada sesama yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan lihat dari besar kecil atau banyak sedikitnya, tapi yang dilakukan ini semata-mata bentuk kepedulian dari pemerintah kepada rakyatnya. Sehingga harus benar-benar menyentuh dan dirasakan langsung masyarakat,” kata Bupati.

Baca Juga  Bupati Malaka Terpilih Tegaskan, Audit di 100 Hari Kerja Bukan Untuk Balas Dendam

Pemberian bantuan ini pun bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober dan mengambil lokasi yang benar-benar terdampak bencana alam.

“Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami isi dengan kegiatan-kegiatan positif dan pembagian bantuan ini sebagai salah satu atensi nyata dari Pemerintah yang menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan,” kata Bupati Malaka yang juga berprofesi advokat ini.

Romo Yosef Meak memberikan apresiasi atas upaya yang terus menerus dilakukan pemerintah dan elemen lainnya dengan bantuan kepada umat.

“Sejak bencana seroja menghantam wilayah ini, kami tidak pernah sendirian. Kami mendapat perhatian yang begitu besar dari pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. Tak terhitung jumlahnya, akan tetapi ini semua adalah ungkapan rasa simpati dari sesama kepada warga yang menderita,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Malaka Tanam Bakau di Desa Weoe

Romo Yosef Meak juga mengaku jikalau pemerintah kabupaten Malaka tak henti-hentinya melakukan komunikasi yang konstruktif dalam upaya penanganan dan penanggulangan bencana alam, sehingga umat di parokinya masih dalam keadaan aman dan baik.

Sementara, Pendeta gereja GMIT Getzemani Lalor, Albert Tanahana menyampaikan apresiasi yang sama kepada Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Bupati Malaka atas segala bentuk perhatian dan dukungannya selama ini.

“Bantuan seperti ini adalah wujud perhatian dan kerja sama antara pemerintah dan gereja yang selama ini dibangun dengan cara yang harmonis dan sinergis. Semuanya akan langsung dirasakan masyarakat yang adalah gereja itu sendiri,” tuturnya.

Dirinya juga tak menyangsikan jikalau saat-saat sekarang, jemaat masih dalam pemulihan sehingga kehadiran Bupati Malaka menjadi motivasi dan dukungan tersendiri.

Baca Juga  Selenggarakan Webinar, FDEP Minta Bupati Simon Jadi Narasumber

Sebagai catatan, bantuan beras yang diberikan pemerintah Kabupaten Malaka dan disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Malaka yakni sebanyak 3. 779, 28 kilogram. Jumlah tersebut dibagikan kepada gereja Katolik dan Protestan yang terdampak langsung bencana seroja.

Rinciannya gereja Katolik sebanyak 3 buah, gereja Protestan sebanyak 5 buah dan biara susteran sebanyak 7 buah. Masing-masing gereja dan biara mendapat 250 kilogram beras.

Hadir mendampingi Bupati Malaka dalam kegiatan pemberian bantuan ini Asisten Administrasi Umum Sekda Malaka, Yoseph Parera, Kadis Sosial Kabupaten Malaka Folgentius Fahik, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Malaka Hendrina Lopo dan Kasie Pengelola Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Malaka, Herry Klau.(*)

Sumber : Diskominfo Malaka

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA