Panitia Revitalisasi Gedung SDI Laus Pustuskan Kerja Sama Dengan Supplier Karena Tidak Setor Nota Belanja

- Editor

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Progres pembngunan gedung UKS SDI Laus yang dibangun melalui Program Revitalisasi sudah mencapai 80 persen.

Foto : Progres pembngunan gedung UKS SDI Laus yang dibangun melalui Program Revitalisasi sudah mencapai 80 persen.

Kupang, jurnal-NTT.com – Panitia revitalisaalsi gedung SDI Laus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, memutuskan kerja sama dengan supplier proyek pembangunan gedung kantor sekolah, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta rehabilitas tiga ruang kelas. Kerja sama dengan supplier tersebut diputuskan karena nota bahan bangunan tidak sesuai volume bahan bangunan yang disuplai.

Kepada media ini, Minggu (28/12), Kepala Sekolah SDI Laus, Vonny Rusmiyati mengatakan, pemutusan kerja sama dengan Sandy Kristanto Anan sebagai supplier disepakati melalui rapat panitia.

Vonny mengatakan, pihaknya telah menyetor uang sebanyak Rp 243.815.800 kepada Sandy Kristanto Anan selaku supplier untuk membayar bahan bangunan berupa semen, batu, batako, pasir, kayu serta ongkos tukang. Namun setelah menyuplai bahan bangunan, Sandy hanya memberikan beberapa nota kepada bendahara revitalisasi sekolah.

Vonny mengaku telah berulang kali meminta bukti nota belanja bahan bangunan kepada Sandy. Namun Sandy enggan memberikan beberapa nota belanja yang diminta. Sandy hanya memberikan nota berupa catatan-catatan bahan bangunan dan harga.

“Dia setor nota tidak jelas. Kadang dia bawa nota kosong suruh kami yang isi. Dia (Sandy) hanya kasih catatan bahan bangunan yang disuplai berupa catatan. Makanya saya gelar rapat dengan panitia dan panitia sepakat untuk putuskan kerja sama”, ujarnya.

Selain tidak menyetor nota sesuai bahan bangunan yang disuplai, material yang disuplai oleh Sandy juga tidak berkualitas.

“Kualitas bahan bangunan seperti kayu dan batako yang disuplai Pak Sandy sangat buruk dan tidak sesuai dengan RAB. Karena itu panitia pembangunan menolak batako dan kayu yang disupalai”, jelasnya.

Baca Juga  Anggota Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Kupang Diimbau Periksa Kesehatan Terkait Covid-19

Progres pekerjaan kantor sekolah memurut Vony, sudah menncapai 70 persen. Sementara UKS sudah mencapai 70 persen dan toilet sekolah sudah mencapai 60 persen lebih.

Vonny juga menjelaskan, setelah pemutusan kerja sama, Sandy malah meminta bendahara agar membayar tambahan uang senilai Rp 65.000.000 dengan alasan dirinya telah menyuplai bahan bangunan lebih dari Rp 243.815.800.

Permintaan Sandy tersebut kata Vonny, tidak masuk akal sebab pekerjaan baru mencapai 30 persen tetapi uang yang dimnta dari bendahara mencapai Rp.300 juta lebih. Sementara total anggaran di luar ongkos tukang adalah Rp 400 juta lebih dari pagu anggaran Rp 700 juta lebih.

Baca Juga  Gagal Sidang LKPj, Anton Natun Minta Golkar Copot Ketua DPRD Kabupaten Kupang

Vonny menyayangkan pemberitaan dari salah satu media online lokal yang menulis berita secara sepihak. Bahkan beita yang ditulis media online tersebut tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Ada salah satu media online lokal yang menulis berita secara tendensius tanpa melakukan konfirmasi secara utuh kepada saya selaku kepala sekolah. Tulisan dalam berita itu tidak berimbang sama sekali. Dan tidak sesuai kode etik jurnalistik. Oknum wartawan yang menulis berita itu lebih banyak menulis pendapat dari Sandy Kristianto Anan”, pungkasnya.

Sementara itu, Sandy Kristianto Anan selaku supplier belum berhasil dikonfirmasi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
PIAR – NTT Adukan Dugaan TPPO dan Pemalsuan Dokumen PMI Kupang yang Meninggal di Malaysia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Rabu, 2 September 2026 - 13:17 WITA

Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara

Berita Terbaru

BERITA

Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara

Rabu, 2 Sep 2026 - 13:17 WITA