Lambannya Penyiapan Mobil Dinas dan PDH Untuk Bupati dan Wabup Malaka, Puncak Kelumpuhan Birokrasi

- Editor

Sabtu, 1 Mei 2021 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG,JURNAL-NTT.COM – Lambannya Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Malaka dalam menyiapkan mobil dinas dan Pakaian Dinas Harian (PDH) bagi Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, SH.MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos dinilai sebagai bukti puncak gunung es kelumpuhan birokrasi.

“Itu (keterlambatan penyiapan mobil dan PDH) adalah puncak gunung es kelumpuhan Birokrasi. Mereka kehilangan kreativitas, kehilangan inovasi.”

Demikian disampaikan Ketua Diaspora Malaka, Herman Seran, Jumat (30/4/2021), ketika dimintai pendapatnya terkait kisruh keterlambatan Bagian Umum Setda Kabupaten Malaka dalam menyiapkan mobil Dinas bagi Wakil Bupati Malaka dan PDH bagi Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

Herman mengatakan, keterlambatan penyiapan mobil dinas bagi Wabup Malaka dan PDH bagi Bupati dan Wabup Malaka merupakan kesalahan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, penyiapan mobil dinas dan PDH bagi Bupati dan Wakil Bupati itu bukan sebuah pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus.

“Padahal menyiapkan seragam itu bukan ilmu pengetahuan rocket science (ilmu roket) begitu. Itu kan barang sederhana yang bisa dilakukan setiap orang”, ungkapnya.

Ia melanjutkan, menyiapkan mobil dan PDH bagi Bupati dan Wabup itu tidak membutuhkan waktu yang lama.

“Orang jahit pakaian ini kan butuh waktu dua hari saja bisa. Tapi ini soal kreativitas. Soal kesedian mengambil risiko. Kalau memang masih tunggu petunjuk ya seperti itu. Tidak ada kreativitas untuk cari jalan keluar”, kesalnya.

Baca Juga  Tidak Laporkan Keberadaan Buronan Kasus Korupsi, Polisi Diminta Periksa Bupati TTU

Ia menjelaskan, kelumpuhan birokrasi yang terjadi merupakan tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati untuk memberi punishment berupa teguran keras kepada Bagian Umum Setda melalui Sekda Kabupaten Malaka, Donatus Bere sebagai atasan langsung dari Kabag Umum Setda yang bertugas untuk mengurus pengadaan mobil dinas dan PDH Bupati dan Wakil Bupati.

Selain memberi teguran, lanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati harus memberikan pelatihan pengembangan kapasitas bagi para birokrat yang kinerjanya “lumpuh” agar mereka bisa bekerja kembali sebagaimana mestinya.

Baca Juga  Ketua DPC Gerindra TTU Dipolisikan Atas Dugaan Kasus Tindak Pidana Penipuan

“Setelah dilakukan pengembangan kapasitas dan arahan kemudian orang (birokrat) tidak bekerja sesuai yang diharapkan, dia diistirahatkan saja. Kasih (jabatan) kepada orang lain. Atau kasih dia duduk diam, duduk manis lalu kasih jabatan untuk orang lain yang lebih mampu”, pungkasnya.

Dikutip dari VoxNtt.com, Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Malaka, Lorens Bere mengatakan, PDH Bupati dan Wakil Bupati Malaka dijahit bersamaan dengan pakaian putih yang dikenakan Bupati dan Wakil Bupati saat pelantikan. Namun khusus untuk pakaian PDH baru bisa diambil pada hari Sabtu (1/5/2021).

” Hari Sabtu (1/52021) baru bisa diambil”, ujar Lorens. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA