KEFAMENANU, JURNAL NTT – Gejala keracunan massal terjadi pada siswa SMA Negeri 1 Insana, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (3/03/2026).
Lebih dari 300 siswa dan beberapa guru mengalami diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan gizi bagi mereka.
Insiden ini bukan hanya mempertontonkan kelalaian, tapi juga mempertaruhkan nyawa ratusan anak bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Insana, Sekunda Nofu, Kamis (5/3/2026).
“Pagi itu, anak-anak berlari ke kantor sekolah, memegangi perut, mengeluh sakit perut dan berlari ke kamar mandi. Kami terpaksa memulangkan mereka,” ujar Sekunda.
Dari 541 siswa, lebih dari 300 di antaranya terdampak. Guru-guru yang ikut makan juga tak luput dari gejala serupa. Kondisi beberapa siswa sempat kritis akibat dehidrasi parah.
“Kami terpaksa melarikan 10 anak ke Puskesmas Oelolok untuk menjalani rawat inap,” ungkap Sekunda.
Dugaan kuat mengarah pada menu MBG yang disajikan nasi putih, ayam bumbu, tempe, sayur labu lilin, dan 4 buah lengkeng.
“Jika hanya menimpa satu atau dua orang, mungkin kita bisa menduga itu kelalaian individu. Tapi karena ini dialami secara massal oleh ratusan siswa dan guru, kuat dugaan sumbernya berasal dari menu tersebut,” tegas Sekunda.
SPPG Susulaku, penyedia jasa MBG, sudah mengakui kelalaian dan meminta maaf.*






