Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Gejala keracunan massal terjadi pada siswa SMA Negeri 1 Insana, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (3/03/2026).

Lebih dari 300 siswa dan beberapa guru mengalami diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan gizi bagi mereka.

Insiden ini bukan hanya mempertontonkan kelalaian, tapi juga mempertaruhkan nyawa ratusan anak bangsa.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Insana, Sekunda Nofu, Kamis (5/3/2026).

“Pagi itu, anak-anak berlari ke kantor sekolah, memegangi perut, mengeluh sakit perut dan berlari ke kamar mandi. Kami terpaksa memulangkan mereka,” ujar Sekunda.

Dari 541 siswa, lebih dari 300 di antaranya terdampak. Guru-guru yang ikut makan juga tak luput dari gejala serupa. Kondisi beberapa siswa sempat kritis akibat dehidrasi parah.

Baca Juga  Dua Balon Bupati Kupang Dekati Imanuel Ballo Sebagai Balon Wakil Bupati

“Kami terpaksa melarikan 10 anak ke Puskesmas Oelolok untuk menjalani rawat inap,” ungkap Sekunda.

Dugaan kuat mengarah pada menu MBG yang disajikan nasi putih, ayam bumbu, tempe, sayur labu lilin, dan 4 buah lengkeng.

“Jika hanya menimpa satu atau dua orang, mungkin kita bisa menduga itu kelalaian individu. Tapi karena ini dialami secara massal oleh ratusan siswa dan guru, kuat dugaan sumbernya berasal dari menu tersebut,” tegas Sekunda.

Baca Juga  Dugaan Aniaya Dokter, 3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka

SPPG Susulaku, penyedia jasa MBG, sudah mengakui kelalaian dan meminta maaf.*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
PIAR – NTT Adukan Dugaan TPPO dan Pemalsuan Dokumen PMI Kupang yang Meninggal di Malaysia
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Rabu, 2 September 2026 - 13:17 WITA

Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara

Berita Terbaru

BERITA

Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara

Rabu, 2 Sep 2026 - 13:17 WITA