Kontraktor Telah Perbaiki Jalan Perkerasan Kamaradek-Nanebot

- Editor

Kamis, 25 Januari 2024 - 09:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inilah kondisi terkini pekerjaan perkerasan jalan Nanin-Nanebot. Badan jalan yang semula berlumpur, kini telah dilapisi sirtu kali. Foto : SK/JN

Inilah kondisi terkini pekerjaan perkerasan jalan Nanin-Nanebot. Badan jalan yang semula berlumpur, kini telah dilapisi sirtu kali. Foto : SK/JN

Betun,jurnal-NTT.com – Kontraktor pelaksana proyek perkerasan jalan Nanin-Nanebot di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka telah memperbaiki badan jalan yang sebelumnya berlumpur saat hujan.

Pantauan media ini di lokasi proyek perkerasan jalan Nanin-Nanebot, Rabu (24/01/2024), badan jalan yang sebelumnya ditimbun menggunakan sirtu tanah putih berlumpur kini telah dilapisi menggunakan sirtu kali dan dipadatkan menggunakan alat berat.

Kontraktor juga telah menyelesaikan pekerjaan dua buah deker yang sebelumnya belum rampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa pekerja terlihat sedang mengerjakan penahan badan jalan.

Christoforus Mau Fahik, tokoh pemuda Nanebot mengapresiasi niat baik kontraktor pelaksana yang telah memperbaiki badan jalan berlumpur tersebut.

“Kalau kontraktor kerja baik maka kita harus apresiasi. Kalau kerja asal-asal maka kita harus kritisi”, ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek perkerasan jalan Kamaradek-Nanebot yang menghubungkan Desa Nanin dan Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka senilai Rp 750.000.000 diduga dikerjakan asal jadi. CV. Salam selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut diduga menggunakan material sirtu galian C berupa tanah putih berlumpur untuk menimbun badan jalan.

Christoforus Mau Fahik, seorang pengendara sepeda motor yang ditemui media ini usai melewati ruas jalan Nanin-Nanebot mengaku terpaksa harus mendorong sepeda motornya karena kondisi badan jalan yang berlumpur.

Baca Juga  Bupati TTU Tegaskan 623 PPPK Terendus Maladministrasi Dipastikan Tak Lolos

“Saya terpaksa harus dorong motor saat lewat jalan yang baru dikerjakan itu karena jalan berlumpur sangat tebal. Kondisi yang paling parah itu pas di tanjakan di wilayah Desa Nanin”, ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ruas jalan Kamaradek-Nanebot tersebut hanya bisa dilalui di saat tidak hujan. Namun jika terjadi hujan maka ruas jalan tersebut sulit dilalui.

Senada dengan Christoforus, Emerensiana Luruk, tokoh masyarakat Desa Nanin terlihat mengunggah pengeluhannya soal kondisi ruas jalan Kamaradek-Nanebot tersebut di Facebook.

Dalam unggahannya, Emerensiana mengimbau masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat agar jika hendak bepergian ke wilayah Biudukfoho atau Betun sebaiknya tidak melewati jalan Kamaradek-Nanebot. Sebab kondisi jalan yang baru dikerjakan tahun anggaran 2023 tersebut mengalami rusak parah.

“Masyarakat yang bawa kendaraan roda dua atau roda empat dari Nanebot maupun ke Betun atau Bifo (Biudukfoho), supaya jangan lewat jalur Nanin karena jalan rusak parah lumpur jadi oto tidak bisa lewat. Kalau sudah musim panas baru bisa lewat. Untuk sementara tidak bisa jadi lewat jalur Alala (leokabuka)”, demikian unggahan Emerensiana.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka, Alexander A. Bria , ST., M.Eng, yang dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon seluler, Rabu (10/01/2024), mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kepada kontraktor pelaksana terkait kondisi badan jalan yang berlumpur tersebut.

Baca Juga  Lakukan Pertemuan Khusus Bersama Menparekraf, Bupati Simon Beberkan Keunikan Pariwisata Kabupaten Malaka

Dirinya telah menginstruksikan kepada kontraktor pelaksana agar segera menimbun badan jalan berlumpur itu dengan sirtu kali.

“Saya sudah bertemu (kontraktor) dan saya sudah sampaikan agar titik jalan yang berlumpur itu ditimbun dengan sirtu kali. Dan dalam satu atau dua hari ini dia (kontraktor) sudah bergerak untuk timbun”, jelasnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini perkerasan jalan Kamaradek-Nanebot tersebut belum selesai. Sehingga kontraktor pelaksana diberi Addendum Penambahan Waktu selama 50 hari ke depan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan berupa deker dan penahan jalan yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan, termasuk menimbun badan jalan yang berlumpur menggunakan sirtu kali.

“Nanti akan dievaluasi seperti apa progres pekerjaan selama masa addendum penambahan waktu. Kalau tidak ada kemajuan maka pasti kontraktornya saya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kita akan upayakan agar jalan yang dikerjakan itu harus bisa digunakan. Untuk apa kerja jalan tapi tidak bisa digunakan”, tegasnya.

Alexander juga mengatakan, anggaran pekerjaan perkerasan jalan tersebut baru direalisasikan 40 persen lebih dari pagu anggara kepada kontraktor pelaksana.

Baca Juga  Bupati Malaka Hadiri Launching Apkasi Otonomi Expo 2022 di Medan

“Kalau soal anggaran baru bayar 40 persen lebih. Tepatnya saya lupa tetapi berkisar 40 sampai 50 persen (dari pagu anggaran)”, katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Alexander A. Bria , ST., M.Eng, yang dikonfirmasi media ini mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ruas jalan Kamaradek – Nanebot sebesar Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah).

Anggaran tersebut akan digunakan untuk mengerjakan perkerasan badan jalan sepanjang 2500 meter dan pekerjaan minor lainnya seperti bahu jalan dan saluran air di titik-titik ruas jalan yang rusak berat.

“Anggarannya yang disiapkan sebesar Rp 750 juta untuk bangun perkerasan dan pekerjaan minor lain seperti saluran dan bahu jalan di titik – titik yang rusak berat. Kita fokus perkerasan badan jalan”, jelasnya.

Pantauan media, ini Rabu (10/01/2023), kondisi beberapa titik ruas jalan Kamaradek-Nanebot, tepatnya di Desa Nanin yang baru dikerjakan pada akhir tahun 2023 tersebut berlumpur sehingga sulit dilalui kendaraan.

Item pekerjaan berupa dua buah deker dan beberapa pekerjaan minor seperti penahan jalan dan saluran belum selesai dikerjakan.

Beberapa tumpukan material sirtu di bahu jalan belum diratakan. (tim)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA