Ini Makna Idul Fitri Menurut Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba

- Editor

Rabu, 10 April 2024 - 16:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Kupang, Alexon Lumba, pose bersama para ulama di sela-sela pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1445 Hijriah, yang berlangsung di Masjid Agung Darul Hidayah Kabupaten Kupang, berlokasi di Kampung Toleransi Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Rabu (10/4/2024) pagi. Foto : Prokopim Kab Kupang.

Pj Bupati Kupang, Alexon Lumba, pose bersama para ulama di sela-sela pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1445 Hijriah, yang berlangsung di Masjid Agung Darul Hidayah Kabupaten Kupang, berlokasi di Kampung Toleransi Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Rabu (10/4/2024) pagi. Foto : Prokopim Kab Kupang.

Oelamasi, jurnal-NTT.com – Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba memaknai hari raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan melawan diri sendiri.

“Idul Fitri adalah puncak dari saudara dan saudariku yang sudah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan. Makna dari ibadah puasa itu sendiri adalah saudara saudariku telah melewati suatu pertempuran, dimana pertempuran itu bukan berhadapan langsung dengan musuh, tetapi dengan diri kita sendiri dan mereka telah berhasil melawan hawa, nafsu dan haus. Dan hari ini mereka telah memenangkan pertempuran itu,”ungkap Alexon Lumba.

Ungkapan ini disampaikan Alexon Lumba saat melakukan pemantauan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1445 Hijriah, yang berlangsung di Masjid Agung Darul Hidayah Kabupaten Kupang, berlokasi di Kampung Toleransi Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Rabu (10/4/2024) pagi.

Bertemakan : “Memperkokoh persaudaraan dalam semangat idul fitri, saling mengasihi dan tetap menjaga toleransi”, sekitar seribuan umat muslim melakukan Sholat Idul Fitri dengan penuh khidmat di gedung masjid yang sementara dalam proses pembangunan dengan luas 45 × 35 meter, berlantai II ini. Sholat ini di pimpin oleh Ustad Haji Jumadi, dan Khotib Ustad Abdurahim Mampa selaku Sekretaris MUI Kabupaten Kupang.

Kehadiran Penjabat Bupati dalam melakukan pemantauan Sholat Idul Fitri ke masjid tersebut, sungguh tak disangka-sangka oleh semua umat muslim di masjid tersebut. Dan usai sholat, ia diberi kesempatan oleh pengurus masjid untuk menyampaikan ungkapan hati. Pj.Bupati Alexon pada kesempatan tersebut menyatakan sangat berbahagia bisa berada di tengah-tengah umat muslim yang sedang menjalankan sholat dalam merayakan hari kemenangan 1 Syawal 1445 H.

Baca Juga  Miris ! Pokja UKPBJ Kabupaten Kupang Tetapkan CV Liana Murni Sebagai Pemenang Tender Tanpa Dokumen SKP

Menurut Alexon Lumba, toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kupang sangatlah baik dan ia ingin tetap dipertahankan. “Saya harapkan falsafah-falsafah kehidupan beragama yang sudah dibangun tetap dipertahankan bila perlu ditingkatkan. Saya bangga berada ditengah-tengah umat muslim saat ini. Bagi saya, kebersamaan antar umat beragama di kampung toleransi ini begitu erat. Disamping gedung masjid ada gedung gereja. Sungguh suatu kebanggaan bagi saya,”kata dia.

Hal lain dari makna Idul Fitri diungkapkan muslimin Ruslan Ambulera dan muslimah Sri Lestari, yang ditemui usai melakukan sholat Idul Fitri. Bagi Ruslan Ambulera makna dari Idul Fitri tahun ini adalah refleksi. Refleksi untuk lebih baik. “Kita manusia tidak terlepas dari kesalahan, karena itu saya pribadi di momen lebaran tahun ini, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Baca Juga  Daftar di PKB Sebagai Bacabup Kupang, Ini Kata Jerry Manafe Soal Revolusi 5P, Tembang Galian C dan DOB Amfoang

Dan bagi muslimah Sri Lestari, makna Idul Fitri tahun ini adalah lebih memperkokoh persaudaraan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Kupang. “Dukungan jemaat umat lain sangat luar biasa. Saya ingin hubungan antar kita umat beragama tetap kokoh, saling mengasihi dan jaga toleransi,”kata Sri.

Sri ungkapkan, sungguh tak menyangka bisa dikunjungi penjabat Bupati Alexon Lumba. “Masya Allah, suatu kehormatan bagi kami, bisa dikunjungi bapak penjabat. Meski kami minoritas, kami tetap ingin diperhatikan, digandeng untuk sama-sama membangun Kabupaten Kupang,”harap Sri Lestari.

Sumber : Prokopim Kabupaten Kupang

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru