Ayub Titu Eki Mulai “Turun Gunung” Menangkan Paket Gemoy

- Editor

Selasa, 10 September 2024 - 13:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayub Titu Eki, MS.Ph.D (ke empat/kiri) dan Aurum Titu Eki (depan/kaos hitam) bersama tim keluarga. Foto :sk/jn

Ayub Titu Eki, MS.Ph.D (ke empat/kiri) dan Aurum Titu Eki (depan/kaos hitam) bersama tim keluarga. Foto :sk/jn

Oelamasi, jurnal-NTT.com – Bupati Kupang periode 2009/2014 dan 2014/2019, Drs.Ayub Titu Eki, MS.Ph.D, mulai “turun gunung” untuk memenangkan paket calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Yosef Lede, SH – Aurum Titu Eki, S.Ars.,M.Ars (Gemoy).

Kepada wartawan di kediamannya, Rabu (28/08/2024), Titu Eki mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kabar kepada keluarga besarnya di kampung bahwa Yosef Lede – Aurum Titu Eki maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang. Namun Titu Eki enggan menyebut nama kampungnya tersebut.

“Saya kasih tau bahwa sudah pasti Yosef Lede dan Aurum (Titu Eki) maju sebagai satu paket. Saya ketemu lima orang tua, lima keluarga, bahkan ada beberapa orang. Saya bilang selama ini saya tidak pernah omong walaupun ada yang tanya saya bahwa Aurum mau maju. Pak Yos (Yosef Lede) pernah datang dengan tim, saya bilang saya izinkan tapi izinkan untuk jalan seperti apa waktu itu saya belum sampaikan,”, jelasnya.

Titu Eki mengaku, setelah mendapat kepastian dukungan dari partai politik pengusung paket Gemoy barulah ia berani menyampaikan informasi kepada keluarga besarnya bahwa Yosef Lede resmi berpasangan dengan Aurum Titu Eki untuk maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang.

“Saya panggil anak-anak dalam rumah. Dan saya sampaikan bahwa Yos-Aurum (Gemoy) dapat SK dari Geridra, dapat SK dari PSI dan Gelora, itu sudah penuhi syarat dan mau deklarasi dan daftar di KPU”, jelasnya.

Setelah menyampaikan informasi terkait majunya Yosef Lede dan Aurum Titu Eki sebagai calon bupati kepada keluarga besarnya di kampung, Ayub Titu Eki mulai mengumpulkan beberapa tokoh masyarakat dari kalangan keluarga di kediamannya untuk membentuk tim pemenangan.

Di hadapan puluhan tokoh masyarakat yang hadir di kediamannya tersebut, Ayub Titu Eki meminta restu dan dukungan. Ia meminta kepada para tokoh masyarakat yang hadir tersebut agar mulai menyosialisasikan paket Gemoy kepada masyarakat.

Baca Juga  Bupati Malaka Sidak di Dinas PMD

“Saya minta kita mulai jalan (sosialisasi), kita mengandalkan Tuhan, kita tidak punya uang. Karena keluarga juga pecah. Ada yang dukung paket lain. Kita tidak bisa paksa. Silahkan mau kemana bebas. Apalagi mereka yang ada dalam lingkaran birokrat”, ungkapnya.

Menurut Titu Eki, faktor utama yang menentukan kemenangan bukan tim kerja yang banyak dan uang tetapi adalah adanya restu dari Tuhan.

Titu Eki mengungkapkan, dalam refleksi pribadinya, majunya Aurum Titu Eki yang adalah putri sematawayangnya itu sebagai calon Wakil Bupati Kupang sangat mirip dengan situasi disaat dirinya maju dan bertarung sebagai calon Bupati Kupang di tahun 2008. Saat itu dirinya tidak memiliki uang sama sekali. Namun karena restu Tuhan, akhirnya ia berhasil terpilih sebagai Bupati Kupang periode 2009/2014.

Baca Juga  Pantau Harga Sembako di Pasar Oesao, ini Harapan Bupati Kupang

Ia menjelaskan, sebelum resmi berpasangan dengan Yosef Lede, Aurum juga tidak pernah berpikir untuk maju sebagai bakal calon Wakil Bupati Kupang. Namun tiba-tiba Yosef Lede dan tim pemenangan datang ke kediamannya untuk meminta restu dari dirinya dan Aurum.

Setelah Yosef Lede dan tim meminta restu dan paket Gemoy mendapat Surat Keputusan dukungan partai politik barulah dirinya memberi restu kepada Aurum untuk maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Yosef Lede sebagai calon Bupati Kupang.

Ia berharap kepada keluarga besar beserta pendukung paket Gemoy agar selalu mengandalkan Tuhan dalam segala perkara.

“Kalau memang ini adalah jalan Tuhan, hal yang paling sulit pasti kita lewati dan sukses. Tapi kalau ini hanya niat manusia, biar paling gampang tetapi susah untuk kita lewati”, pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA