Bupati Kupang "Semprot" Kadis Kesehatan Terkait Pencegahan Virus Covid-19

- Editor

Sabtu, 21 Maret 2020 - 03:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OELAMASI,JURNALNTT.COM – Bupati Kupang, Korinus Masneno “semprot” Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Kupang, dr.Robert Amaheka terkait lambannya tindakan pencegahan dan penanganan virus covid-19 di Kabupaten Kupang.

Bupati Kupang, Korinus Masneno (tengah) diapiti Kadis Kesehatann Kabupaten Kupang, dr.Robert Amaheka dan Aisten I Setda Kabupaten Kupang, Rima K.S.Salean dalam jumpa pers.

“Kalau alat pelindung (covid-19) itu, ya bagaimana kepala dinas itu berpikir cepat, mengambil langkah cepat, namanya ini juga dalam keadaan tanggap darurat. Tapi kita tidak boleh mengatakan bahwa ini tanggap darurat karena akan menurunkan kondisi masyarakat. Tapi kita tahu bahwa ini (alat pelindung covid-19) kita perlukan. Masa ya begitu susah. Pikir mutar-mutar perlu instruksi bupati. Kamu siapa perintah kepala daerah kasih kamu instruksi. Itu dikerjakan. Kalau tidak dikerjakan saya kasih berhenti”.

Baca Juga  Pembangunan Bandar Udara di TTU, Langkah Besar Menuju Kemajuan

Demikian disampaikan Bupati Kupang dalam jumpa pers dengan wartawan di Kantor Bupati Kupang, Jumat (20/3/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyatataan Bupati Korinus tersebut dipicu lambannya Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis agar bisa dipakai dalam tugas pemantauan ataupun pemeriksaan kesehatan terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru kembali dari luar negeri karena masa kontrak selesai ataupun masyarakat yang terindikasi suspect covid-19.

Baca Juga  Bupati Malaka Hadiri Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

“Terkait Kadis Kesehatan. Corona ini, para kepala Puskesmas itu butuh alat pelindung. Karena saya sudah suruh, ketika dengar para TKI/TKW itu baru datang, langsung jemput dan periksa. Sekarang ini kan dari luar negeri itu semua (TKI/TKW) disuruh pulang bagi yang sudah selesai kontrak. Dan ini di Kabupaten Kupang banyak. Ketika mereka (para petugas medis) pergi periksa itu mereka butuh alat pelindung. Kalau alat pelindung itu, ya bagaimana kepala dinas itu berpikir cepat, mengambil langkah cepat”, tegas Korinus.

Baca Juga  Pejabat yang Menduduki Jabatan Tidak Sesuai Profesi Akan Dikembalikan ke Profesi Sebenarnya

Jumpa pers tersebut dihadiri juga oleh Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Rima K.S. Salean, Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, dr.Robert Amaheka dan Kabag Humas Setda Kabupaten Kupang, Martha Para Ede. (epy).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA