Dokter Icha Meninggal Dunia, Diduga Tertekan Akibat Bentakan Oknum DPRD TTU di IGD

- Editor

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNALNTT – ​Kabar duka menyelimuti dunia medis Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dokter Icha, dokter jaga di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kefamenanu dilaporkan meninggal dunia Jumat (26/6/2026), pukul 18.30 WITA.

​kepastian itu dibenarkan oleh perwakilan keluarga, Viktor Manbait, berdasarkan keterangan dari ayah almarhumah, Gabriel Pakaenoni.

​Terkait penyebab pasti meninggalnya sang Dokter, pihak keluarga belum bersedia membeberkan secara mendetail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Sebab meninggalnya Dokter Icha akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh proses penanganan medis selesai dilakukan,” ungkap Viktor, Jumat (26/6/2026).

B​erdasarkan informasi keluarga, almarhumah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamarnya. Posisi jenazah saat ditemukan dalam keadaan tergantung dengan tali yang terikat pada bingkai pintu.

Tim medis dan Aparat telah melakukan pemeriksaan luar. Tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan yang tidak wajar pada tubuh almarhumah. Keluarga memutuskan tidak melakukan autopsi. Jenazah kini disemayamkan di Rumah duka Baumata, Kupang.

Sebelum meninggal, Dokter Icha diketahui sempat menjalani perawatan medis secara intensif selama kurang lebih enam hari, terhitung sejak tanggal 15 Juni 2026. Setelah kondisinya dinilai memungkinkan, Dokter  Icha diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit pada tanggal 21 Juni 2026 untuk menjalani rawat jalan.

Baca Juga  Dana Seroja Rp 21 Miliar Lebih Diduga Raib, Pansus DPRD Rekomendasi ke Aparat Hukum

​Kepergian Dokter Icha terjadi sehari setelah keluarga melayangkan laporan resmi ke Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU pada Kamis (25/06/2026). Gabriel Pakaenoni, ayah kandung almarhumah, menyerahkan langsung berkas kronologi tertulis tersebut yang kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD TTU.

Laporan serupa secara lisan dan tertulis juga telah diteruskan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang TTU. ​Langkah hukum dan etik tersebut diambil keluarga sebagai bentuk keseriusan untuk mengungkap fakta di balik insiden yang menimpa almarhumah.

​”Kami berharap ini menjadi evaluasi bersama agar tekanan atau intimidasi serupa tidak perlu dialami lagi oleh tenaga medis lain di masa yang akan datang,” tegas Gabriel semasa hidup putrinya, Kamis (25/6/2026).

Untuk diketahui ​kasus tersebut bermula pada Sabtu (13/6/2026), di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona Kefamenanu. Dua anggota DPRD TTU, yakni Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap Dokter Icha yang saat itu sedang bertugas.

Baca Juga  Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

​Viktor Manbait membeberkan, peristiwa itu dipicu saat sebuah keluarga membawa pasien anak korban gigitan ular, rujukan dari RSUD Kefamenanu ke IGD RSU Leona. Sebagai dokter jaga, Dokter Icha langsung melakukan penanganan medis dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

​Berdasarkan analisis medis dan SOP yang ada, pasien saat itu belum direkomendasikan untuk menerima vaksin tertentu. Ditambah lagi, stok vaksin yang diminta memang sedang kosong di RSU Leona. Namun, penjelasan medis yang disampaikan Dokter Icha ditolak oleh pihak keluarga pasien yang mendesak agar vaksin segera diberikan.

​Dalam situasi tersebut, salah satu anggota keluarga pasien mulai membentak Dokter Icha dengan nada tinggi sambil menunjukkan identitasnya sebagai anggota dewan. Tak berselang lama, Norbertus Tubani, yang mengaku sebagai anggota Komisi III DPRD TTU, ikut masuk ke ruang IGD.

​Sambil menunjuk-nunjuk Dokter Icha, oknum anggota dewan tersebut menegaskan bahwa dirinya memegang fungsi pengawasan dan bermitra langsung dengan Dinas Kesehatan.

Baca Juga  Virus ASF Nol Kasus, Masyarakat Kabupaten Kupang Sudah Bisa Konsumsi Daging Babi

Berada di bawah tekanan dan bentakan, Dokter Icha yang terus mencoba memberi penjelasan akhirnya merasa tertekan hingga menangis.
​Ketegangan baru mereda setelah Direktris RSU Leona turun langsung ke IGD untuk menenangkan situasi dan menegaskan bahwa tindakan Dokter Icha sudah sepenuhnya sesuai prosedur medis.
Pasien anak tersebut akhirnya tetap menjalani observasi di rumah sakit.

​Dampak insiden berlanjut ke kondisi psikologis Dokter Icha. Pada Minggu (14/6/2026) sore, saat hendak kembali masuk sif kerja, Dokter Icha mendadak syok lantaran melihat kedua oknum yang mengintimidasi dirinya masih berada di area rumah sakit. Karena didera rasa takut yang hebat, ia memutuskan pulang ke tempat tinggalnya.

​Malam harinya sekira pukul 19.00 WITA, Ia ditemukan dalam kondisi fisik yang sangat lemah akibat tekanan psikologis pasca-kejadian di IGD, hingga harus dilarikan ke RSU Leona untuk mendapatkan perawatan darurat.

Pada Selasa (18/6/2026), Viktor Manbait dan Olis Pakaenoni telah mendatangi Kantor DPRD TTU untuk memprotes dan menuntut jaminan keselamatan bagi seluruh tenaga medis di TTU.

Facebook Comments Box

Penulis : Mario

Editor : Maryo Usboko

Sumber Berita: JurnalNTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

75 Desa di TTU Belum Cairkan Dana Desa Tahap II, Tersendat SPJ Tahap I
Pasar Modern TTU Akan Ditata Per Klaster, Pedagang Basah dan Kering Dipisah
KKJ NTT dan Aji Kupang Soroti Pemberitaan Kasus Advokat Bildad Thonak
BAIS TNI Kibarkan 5.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Kalbar, Tegaskan Kedaulatan dari “Beranda Negeri ” 
Ferdinandus Maktaen Tantang Bukti : Tunjukan Dasar Bupati TTU Akui Pinjaman
Kuasa Hukum Sebut Pemberitaan Soal Falen Kebo Sudah Masuk Kategori Fitnah
Dinyatakan Langgar Sumpah, 3 Anggota DPRD TTU Cuma Diberhentikan Sementara
Tiga Anggota DPRD TTU Diberhentikan Sementara Terkait Pelanggaran Kode Etik
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:04 WITA

75 Desa di TTU Belum Cairkan Dana Desa Tahap II, Tersendat SPJ Tahap I

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:35 WITA

Pasar Modern TTU Akan Ditata Per Klaster, Pedagang Basah dan Kering Dipisah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:53 WITA

KKJ NTT dan Aji Kupang Soroti Pemberitaan Kasus Advokat Bildad Thonak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:28 WITA

BAIS TNI Kibarkan 5.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Kalbar, Tegaskan Kedaulatan dari “Beranda Negeri ” 

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:44 WITA

Kuasa Hukum Sebut Pemberitaan Soal Falen Kebo Sudah Masuk Kategori Fitnah

Berita Terbaru