Pelaku Masih Bebas Berkeliaran, Keluarga Aprianto Korban Patah Kaki Menuntut Keadilan

- Editor

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Aprianto Tikneon, remaja 17 tahun, menjadi korban kekerasan brutal saat mencoba melerai perkelahian di sebuah pesta di Desa Oenain, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Jumat, (28/112025).

Aprianto dihajar hingga patah kaki oleh dua pelaku, Alfian Naibesi dan Alfonsus Dele Naimuni, yang berstatus orang dewasa.

Menurut pengakuan Aprianto, kejadian bermula ketika salah satu pelaku, Alfonsius Dele Naimuni, memukul rekannya, Alfandi. Aprianto berusaha melerai, tapi malah dipukul dan dikejar oleh pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berniat melerai, tapi malah dipukul di kepala dan telinga hingga terjatuh,” ungkap Aprianto, Senin (19/1/2026).

Baca Juga  Sejumlah Guru PAUD Diduga Dipaksa Kades Teken Dokumen Saat Kasus Diusut Polisi

Aprianto berusaha melarikan diri, tetapi pelaku mengejarnya sambil berteriak. Setelah berlari sekitar 150 meter, ia ditendang dari belakang hingga tersungkur.

“Alfian langsung menginjak saya dua kali di bagian perut dan menarik kaki saya. Sementara Dele memukul pergelangan kaki saya menggunakan batu sampai patah. Setelah itu keduanya kabur meninggalkan saya,” tutur Aprianto mengenang kejadian mengerikan tersebut.

Dalam kondisi kaki patah dan kesakitan, Aprianto merangkak bersembunyi di balik tumpukan kayu di pinggir jalan hingga pagi menjelang. Ia baru ditemukan warga yang melintas setelah berteriak minta tolong karena merasa pusing dan kakinya tidak bisa digerakkan.

Baca Juga  Remember Your First Top Porn Sites Lesson? I've Got Some News...

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Insana Utara pada 29 November 2025, dan berkas pemeriksaan telah dikirim ke unit PPA Polres TTU pada 5 Desember 2025. Namun, hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih belum ditahan.

Kejadian ini memicu kekecean Keluarga Korban, terutama setelah terungkap bahwa pelaku masih berkeliaran bebas meski sudah dilaporkan ke polisi.

“Sebagai orang tua, saya sangat menyesali tindakan para pelaku yang tega memukul kaki anak saya hingga patah. Ia jelas cacat seumur hidup dan terancam putus sekolah. Anak saya masih SMA kelas 1 dan masa depannya terancam setelah kejadian ini,” ujar ayah korban, Emanuel Kato Tikneon.

Baca Juga  Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Pelaku harus segera ditahan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Anak saya tidak salah apa-apa, hanya berniat melerai, namun dipukuli sampai patah kaki. Sejak kejadian ini anak saya tidak masuk sekolah. Kami minta keadilan,” pungkas orang tua korban.*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA