Tak Punya Rumah, Anselmus dan Isteri Tinggal di Pondok Reot Bersama Lima Anak

- Editor

Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun,jurnal-NTT.com – Anselmus Seran, Warga Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, bersama sang isteri, Florida Fatin, terpaksa harus tinggal di pondok reot bersama lima orang anaknya lantaran tidak memiliki rumah.

Kepada media ini, di Nanebot, Sabtu (29/5/2021), Ansel menuturkan, sebelum tinggal di pondok reot itu, ia dan isteri beserta kelima anaknya tinggal bersama orangtunya. Namun karena ingin mandiri, Ansel bersama isteri sepakat untuk tinggal sendiri, meskipun harus tinggal di pondok reot seperti saat ini.

Baca Juga  Skandal Rokok Ilegal Hebohkan Warga, Hanya 2 Bal Rokok yang Muncul, Ribuan Bal Lainnya Hilang?

Ansel mengaku bersama keluarga kecilnya mulai tinggal di pondok reot itu sejak bulan Maret 2021. Pondok berlantai tanah itu terletak tepat di pinggir danau Nanebot atau sekitar satu kilo meter dari pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media ini, pondok kecil beratap daun gewang dan berlantai tanah itu tidak memiliki dinding. Di dalam pondok itu ada sebuah tempat tidur yang terbuat dari kayu dan bilah bambu. Ansel dan keluarga kecilnya hanya tidur beralaskan tikar.

Baca Juga  Jalan di Kabupaten TTS Putus Total Akibat Gempa Bumi

Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan Mandi Cuci Kakus (MCK), keluarga kecil Ansel menggunakan air danau Nanebot. Meskipun tidak layak konsumsi, namun Ansel dan isteri tidak punya pilihan lain. Sebab di sekitar tempat tinggalnya itu tidak ada sumber air bersih yang bisa diminum.

Ansel yang sehari-hari bekerja sebagai petani lahan kering itu berharap ada kebijakan dari Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, SH.MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos.

Baca Juga  Dukung Program TJPS, Universitas Brawijaya dan Undana Latih Petani Olah Pakan Ternak dan Pupuk Organik

“Kami tidak punya rumah jadi terpaksa kami tinggal di sini. Kami harap Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati yang baru bisa melihat keadaan kami saat ini. Kalau ada bantuan rumah bisa bantu kami”, pungkas Ansel menggunakan bahasa Dawan. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA