GMIT Klasis TTU Kembangkan Makanan Lokal Demi Kesejahteraan Jemaat

- Editor

Senin, 4 November 2024 - 07:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaat Syalom Maumolo Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu TTU saat mengolah pangan lokal berupa Laku Tobe pada Sabtu 2/11/2024.

Jemaat Syalom Maumolo Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu TTU saat mengolah pangan lokal berupa Laku Tobe pada Sabtu 2/11/2024.

Jurnal NTT.Com – Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Klasis TTU berperan aktif untuk kembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi alam demi kesejahteraan Jemaat.

Hal tersebut diwujudkan dalam suatu kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Jemaat yang dilaksanakan pada hari Sabtu 2/11/2024 bertempat di Pastori Jemaat Syalom Maumolo kelurahan Bansone, kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua Majelis Klasis (KMK) TTU, Pendeta. Andre Nubatonis, S.Th, para dosen UKAW Kupang, seperti, Arly EM de Haan, S.Th., M.Si dari Fakultas Teologi, ⁠Yuningdih Christiani S.ST., M.Ak dari Fakultas Ekonomi, Fransina Nomleni, S.Pd., M.Pd dari FKIP dan Dra. Anggreini Rupidara, M.Si., Ph.D dan perwakilan jemaat se-klasis TTU berjumlah 15 orang.

Ketua Majelis Klasis TTU Pdt. Andre Nubatonis, S.Th,kepada wartawan menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenali bentuk-bentuk kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber peningkatan ekonomi jemaat.

Lebih lanjut pendeta Andre menjelaskan kegiatan hari ini, adalah pemberdayaan pangan lokal berupa pengolahan laku tobe sebagai salah satu pangan lokal di Kabupaten TTU.

Baca Juga  Proyek Septik Tank Tahun Anggaran 2021 Senilai Rp 2,2 Miliar di Malaka Mangkrak

“Lakutobe sebagai pangan lokal tidak saja dapat dimanfaatkan untuk makan sehari-hari tetapi juga untuk dijual sebagai pangan lokal khas TTU,” ujar mantan Ketua Majelis Jemaat Syalom Maumolo ini.

Andre menambahkan bahan baku pengolahan Laku Tobu, adalah ubi kayu (singkong) yang dibelah dan dijemur hingga kering,kemudian jadi gaplek,lalu diolah sampai halus sebangsa terigu.

Andre mengatakan kegiatan ini kiranya dapat menjadi stimulan bagi jemaat setempat untuk memanfaatkan pangan lokal demi meningkatkan ekonomi jemaat.
Potensi alam yang kita miliki di Klasis TTU sangat bervariasi termasuk laku tobe yang dapat diolah sebagai pangan khas lokal.

Baca Juga  Disiplinkan ASN, Pj.Bupati Kupang Minta Tambahan Bus ke Kementerian Perhubungan

Pendeta Andre bahkan menyampaikan, bahwa untuk pasaran hasil pengolahan pangan Lokal, Klasis TTU juga memiliki galeri untuk menampung hasil olahan semua pangan lokal yang dilakukan Jemaat.

“Ia mengatakan kegiatan ini merupakan upaya membangun jejaring dalam langkah maju, untuk mengembangkan ekonomi jemaat pada lingkup Klasis TTU”, ungkap Andre Nubatonis.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Universitas Keristen Artha Wacana Kupang dengan GMITKlasis TTU.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA