Diajak Bupati Belitung Melihat Budidaya Ikan Kerapu, Bupati Simon: Tertarik Dan Tertantang Untuk Lakukan Di Malaka

- Editor

Jumat, 8 Oktober 2021 - 18:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung, jurnal-NTT.com – “Saya sangat tertarik dan tertantang untuk bisa melakukannya di Malaka. Saya melihat sendiri, tekhnologinya masih sangat sederhana dan mampu dibuat masyarakat Malaka yang ada di pesisir pantai,” Ungkap Bupati Simon usai melihat secara langsung budidaya ikan kerapu di Desa Sungai Padang Batu Bedil Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumad (8/10/2021)

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., dan Ketua Dewan Pakar Aspeksindo Prof Rokhmin Dahuri diajak Bupati Belitung,berlayar ke Desa Sungai Padang Batu Bedil Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, usai mengikuti Pembukaan Munas II Aspeksindo di atas Kapal Perang KRI Semarang 954.
untuk melihat secara langsung budidaya ikan kerapu secara tradisional melalui Keramba Jaring Apung yang sudah digeluti masyarakat setempat sekitar 20 tahun lebih.

Baca Juga  Gubernur NTT Sebut Program Revolusi 5P Gagal, Bupati Kupang: Itu Motivasi

Bupati Simon bahkan langsung turun dan memeriksa bahan-bahan yang dipakai para nelayan untuk budidaya ikan karapu seperti jenis kayu, jaring apung dan bahan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sempat berbicara langsung dengan para nelayan, untuk mengetahui kiat-kiat yang dipergunakan hingga bisa bertahan di tengah laut dan mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi dengan berbudidaya ikan kerapu,” ujar Bupati Simon.

Perjalanan menuju ke tempat budidaya ikan kerapu dengan menggunakan speedboat milik Pemda Belitung itu memakan waktu sekira 30 menit.

Baca Juga  Jenazah Prada Ardi Yudi Ardianto yang Gugur di Papua Tiba di Kampung Halamannya

Tiba di tempat budidaya ikan kerapu, Bupati Sahani Saleh, Bupati Simon dan Prof Rokhmin langsung berjalan dari satu lapak ke lapak lain untuk melihat secara jelas budidaya ikan karapu dengan Keramba Jaring Apung yang 1 ekornya bisa mencapai 15 kg.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, dalam perbincangan dengan Asep, salah seorang nelayan yang sudah 20 tahun menggeluti pekerjaan di tengah laut ini, mengungkapkan bahwa budidaya ini sangat menjanjikan akan tetapi masih ada kendala seperti modal, tekhnologi dan sarana prasarana.

Baca Juga  Kejari TTU Gelar Penyuluhan Hukum Cegah Kenakalan Remaja

“Walau demikian, kami tetap menggeluti pekerjaan ini karena sangat menjanjikan dengan marketnya bisa sampai ke Hongkong dan Shanghai, Cina, Singapura sangat signifikan” ujarnya lelaki paruh baya yang tinggal mengapung dan bermukim di tengah laut bersama keluarganya ini selama 20 tahun ini.

Usai berkeliling dari lapak ke lapak, para petani memperlihatkan ikan karapu yang dipelihara dan selama ini dipasok ke luar negeri dan provinsi lain kepada Prof Rokhmin, Bupati Malaka dan Bupati Belitung. (*/oll)

Sumber : kominfomalaka

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA