Babak Baru Polemik Aksi Protes Mahasiswa Unimor, Rektor Polisikan Mahasiswanya

- Editor

Jumat, 3 Oktober 2025 - 08:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Aksi protes dari sejumlah mahasiswa Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu dengan tuntutan meminta rektor untuk meninggalkan gedung Laboratorium yang digunakan sebagai gedung Rektorat yang terjadi beberapa waktu lalu, kini memasuki babak baru.

Mahasiswa yang mendesak Rektor bersama staf untuk meninggalkan gedung Laboratorium dan kembali ke gedung Rektorat lama itu kini harus berurusan dengan polisi dengan tuduhan pengrusakan.

Baca Juga  Antisipasi Kerumunan Malam Tahun Baru 2022, Ini Pesan Bupati Malaka

Data yang dihimpun wartawan, aksi demostrasi yang dilakukan mahasiswa beberapa waktu lalu hingga mencopot sejumlah huruf dengan tulisan Rektorat Unimor, berujung hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi itu kemudian dilaporkan oleh Agustinus Klau Nahak atas nama pihak Rektorat Unimor di Polres TTU dengan Nomor Polisi: LP/B/326/IX/2025/SPKT/Polres TTU/Polda NTT atas tuduhan pengrusakan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Unimor saat menggelar Aksi.

Baca Juga  Gadis Muda Diduga Diperkosa oleh Tiga Orang Laki-laki, Polisi Buru Pelaku

Padahal, sejumlah mahasiswa tersebut meminta Rektor untuk meninggalkan gedung Laboratorium karena ruang kuliah bagi mahasiswa masih minim. Bahkan, sebagian mahasiswa harus kuliah dengan menggunakan gedung pinjaman dari pihak lain.

Ketua BLM Unimor, Nando Kefi yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/10/2025) membenarkan adanya panggilan polisi terhadap sejumlah mahasiswa Unimor dengan tuduhan pengrusakan.

Ketua BLM Unimor itu menegaskan, mahasiswa tidak akan gentar menghadapi sikap dari Rektor Unimor bersama staf yang telah menempuh jalur hukum.

Baca Juga  Ekshumasi Jenazah Maleo Dikawal Ketat Polres TTU, Proses Autopsi Berlangsung di RSUD Kefamenanu

“Bagi kami, ini babak baru untuk kita saling membuka dan membongkar ketidakadilan yang selama ini tumbuh subur di Unimor. Kami hanya memiliki niat baik untuk menyuarakan terkait kebutuhan mahasiswa namun jika langkah hukum yang ditempuh, kami siap hadapi,” tegasnya.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Brimo, Langkah Cerdas BRI Kefamenanu Membentuk Generasi Finansial Sehat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA