Bupati Simon Nahak Terus Cari Solusi Atasi Rawan Pangan di Malaka

- Editor

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.,MH.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.,MH.

Betun,jurnal-NTT.com – Bupati Malaka, Dr.Simon Nahak, SH.MH terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kondisi rawan pangan yang saat ini terjadi di Kabupaten Malaka.

Kepada media ini, di Kantor Bupati Malaka, Senin (19/02/2024), Bupati Simon mengatakan, kondisi rawan pangan yang terjadi diakibatkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah Kabupaten Malaka, lanjutnya, akan terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kondisi rawan pangan yang terjadi di Malaka saat ini.

Salah satu solusi jangka pendek, menurut Bupati Simon Nahak adalah menggelar operasi pasar khusus beras dan memberikan bantuan beras gratis kepada masyarakat yang mengalami kondisi rawan pangan.

Ia mengatakan, bantuan beras murah dan beras gratis kepada masyarakat yang mengalami kondisi rawan pangan tersebut haruslah beras berkualitas.

“Beras boleh murah tetapi harus berkualitas supaya memenuhi syarat gizi. Kita tidak bisa bagi beras yang murah tetapi tidak berkualitas”, jelasnya.

Baca Juga  Hari ini 3 Orang di NTT Positif Covid-19, 2 Orang di Kupang Transmisi Lokal

Menurut Bupati Simon, Pemerintah Kabupaten Malaka terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTT agar bersama-sama mencari solusi mengatasi kondisi rawan pangan yang sedang terjadi di Kabupaten Malaka.

“Kita (Pemkab Malaka) terus berjuang. Kita terus melakukan komunikasi dengan kementerian sosial, siapa tahu ada bantuan. Kita juga komunikasi dengan teman-teman di Pemerintah Provinsi NTT”, katanya.

Baca Juga  Menalar Kebijakan Bupati Malaka Terkait Pemberhentian Teda

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malaka agar terus berdoa kepada Sang Pencipta sehingga cuaca ekstrim yang terjadi saat ini bisa berubah. Curah hujan kembali normal seperti biasa sehingga tanaman jagung dan tanaman pertanian lainnya bisa tumbuh subur dan hasil produksi bisa meningkat. (epy)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Launching Pasar Batas Napan, TTU Bidik Pasar Lintas Batas RI – Timor Leste
75 Desa di TTU Belum Cairkan Dana Desa Tahap II, Tersendat SPJ Tahap I
Pasar Modern TTU Akan Ditata Per Klaster, Pedagang Basah dan Kering Dipisah
KKJ NTT dan Aji Kupang Soroti Pemberitaan Kasus Advokat Bildad Thonak
BAIS TNI Kibarkan 5.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Kalbar, Tegaskan Kedaulatan dari “Beranda Negeri ” 
Ferdinandus Maktaen Tantang Bukti : Tunjukan Dasar Bupati TTU Akui Pinjaman
Kuasa Hukum Sebut Pemberitaan Soal Falen Kebo Sudah Masuk Kategori Fitnah
Dinyatakan Langgar Sumpah, 3 Anggota DPRD TTU Cuma Diberhentikan Sementara
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:31 WITA

Launching Pasar Batas Napan, TTU Bidik Pasar Lintas Batas RI – Timor Leste

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:04 WITA

75 Desa di TTU Belum Cairkan Dana Desa Tahap II, Tersendat SPJ Tahap I

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:35 WITA

Pasar Modern TTU Akan Ditata Per Klaster, Pedagang Basah dan Kering Dipisah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:53 WITA

KKJ NTT dan Aji Kupang Soroti Pemberitaan Kasus Advokat Bildad Thonak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:28 WITA

BAIS TNI Kibarkan 5.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Kalbar, Tegaskan Kedaulatan dari “Beranda Negeri ” 

Berita Terbaru

ADVERTORIAL

Pemerintah Kabupaten Kupang Berdoa Untuk Gempa Flores

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:02 WITA