Tega ! Gadis Penyandang Disabilitas di Belu Sakit dan Trauma Usai Dirupaksa Pelaku

- Editor

Jumat, 25 Agustus 2023 - 21:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Atambua, jurnal-NTT.com – Bunga (bukan nama sebenarnya), gadis belia penyandang disabilitas berusia 17 tahun di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga kuat dirudapaksa oknum pemuda berinisial (N).

Sebelum dirudapaksa, pelaku terlebih dahulu membekap mulut korban dan menganiaya korban dengan sebatang kayu hingga tubuh dan kepala korban mengalami memar.

Ibu korban yang menghubungi media ini, pada Rabu (23/08/2023) mengatakan, sesuai kronologi kejadian yang disampaikan korban menggunakan bahasa isyarat, peristiwa memilukan itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 2023 siang, saat itu korban sedang menimba air di sumur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku yang sudah merencanakan niat bejatnya itu, diam-diam menghampiri korban dari arah belakang dan langsung membekap mulut korban menggunakan jaketnya.

Setelah mulut korban dibekap dari arah belakang, lalu pelaku membanting tubuh korban ke tanah dan membuka paksa pakaian korban.

Menurut ibu korban, korban tidak bisa berteriak karena putri kesayangannya itu mengalami keterbatasan fisik tuli dan bisu.

Baca Juga  Bupati Malaka Terpilih Tegaskan, Audit di 100 Hari Kerja Bukan Untuk Balas Dendam

“Pelaku datang dari belakang. Anak saya tidak bisa dengar langkah kaki pelaku karena anak saya tuli. Jadi anak saya kaget saat pelaku tutup mulutnya pakai jaket. Anak saya juga bisu jadi tidak bisa omong jadi tidak bisa teriak. Pelaku juga pukul saya punya anak sampai kepala dan badan luka. Sekarang anak saya sakit. Tega sekali dia (pelaku) buat anak saya begitu”, jelas ibu korban sambil menangis.

Ia menjelaskan, setelah membekap mulut korban, pelaku melanjutkan aksi bejatnya dengan membanting tubuh korban ke tanah. Tidak hanya membanting tubuh korban, pelaku juga mengambil sebatang kayu lalu menganiaya korban karena korban memberi perlawanan. Akibatnya, bibir dan hidung korban bengkak dan kepala korban luka memar.

Meskipun korban terus memberi perlawanan namun pelaku tidak mengurungkan niatnya. Pelaku terus memukul korban hingga lemas lalu membuka paksa celana korban dan langsung menyetubuhi korban.

Ibu korban melanjutkan, aksi bejat pelaku dipergoki nenek korban yang sedang mencari rumput untuk ternak sapi. Melihat kejadian itu, nenek korban langsung menarik tangan pelaku sambil berteriak memanggil warga sekitar.

Baca Juga  Bupati Kupang Minta Masyarakat Patuhi Protokoler Kesehatan

Mendengar informasi tentang kejadian itu, ibu korban yang sedang memberi minum untuk ternak sapi, langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian, ibu korban langsung menggiring pelaku ke rumah korban dan menginformasikan kejadian itu kepada orang tua pelaku.

Namun niat orang tua korban untuk melapor kepada aparat kepolisian diurung karena ayah dan kakak pelaku mendatangi ibu dan ayah korban dan meminta agar persoalan tersebut diurus secara kekeluargaan. Permintaan ayah dan kakak korban itu disetujui oleh ibu dan ayah korban.

Keesokan harinya yakni tanggal 18 Agustus 2023, orang tua korban bertemu dengan keluarga pelaku. Dalam pertemuan itu, orang tua pelaku bersedia untuk memberikan denda adat. Sesuai kesepakatan orang tua korban meminta denda adat sebanyak Rp 2.500.000, dua lembar kain dan satu ekor babi kepada orang tua pelaku.

Baca Juga  Kukuh Perjuangkan DOB Amfoang, Panitia Pemekaran Temui Ketua DPRD Kabupaten Kupang

Keluarga pelaku menyanggupi besaran denda adat yang disepakati tersebut. Namun persoalannya, keluarga pelaku tidak memberi kepastian tentang kapan denda adat itu dilaksanakan. Merasa tidak puas, tanggal 18 Agustus 2023 malam, orang tua korban memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke aparat Polres Belu.

Ibu korban menuturkan, usai melaporkan peristiwa itu, penyidik Polres Belu langsung memintai keterangan korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum.

Ibu korban juga mengaku sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Belu. Selain ibu korban, polisi juga telah memintai keterangan dari nenek korban.

Namun ibu korban mengaku kesal. Sebab sampai saat ini pelaku masih berkeliaran bebas.

Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu, Djafar Awad Alkatiri yang dikonfirmasi media ini, Kamis (24/08/2023) sore enggan berkomentar.

Djafar Awad hanya meminta media ini agar langsung menemui Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak untuk melakukan konfirmasi. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH

ADVERTORIAL

Bupati Kupang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:30 WITA

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA