Bupati Simon: pengerjaan Tanggul Yang Benar, Mulai Dari Hulu Ke Hilir

- Editor

Selasa, 7 Desember 2021 - 21:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka, jurnal-ntt.com – Bupati Malaka Dr Simon Nahak, S.H., M.H., mengatakan untuk pekerjaan tanggul strategis harus benar mulai dari hulu hingga ke hilir.

Hal ini disampaikan Bupati Malaka kepada media ini usai acara rapat bersama Pimpinan Perangkat Daerah di ruang rapat kantor Bupati. Selasa, (7/12/2021).

“Terkait tanggul, saya telah melakukan melalui kajian analisis bersama Kadis PUPR serta pihak arsitektur, teman-teman teknik dan mereka bilang untuk pekerjaan tanggul strategis harus benar”, ungkapnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Malaka membeberkan alasan pengerjaan tanggul harus dimulai dari hulu hingga ke hilir

Baca Juga  Menolak Politik Identitas Para Bandit Politik di NTT

“Alasannya kalau mulai dari hilir lalu hulunya tidak diatur kemudian arusnya datang keras apalagi seperti Seroja kemarin itu tidak bisa bertahan. jadi ini logika dari tenaga teknis dan bencana itu kita tidak bisa prediksi tetapi yang jelas kita punya atensi untuk itu sehingga dari sisi anggaran saya akan penuhi lagi perubahan ditahun 2022”, jelasnya.

Lanjut Bupati Simon,  tanggul sementara sudah dikerjakan 400 sampai 500 meter tetapi dihilirnya tidak boleh seenaknya kita pasang karena anggaran belum ada perencanaan untuk kita pasang kemudian resikonya akan jebol kalau dihulunya tidak diatur dengan baik karena itu harus diatur dengan benar.

Baca Juga  Tidak Sidang LKPj, DPRD Kabupaten Kupang Langgar Undang-Undang dan Berkinerja Rendah

Dijelaskan oleh Doktor Hukum ini bahwa, kewenangan eksekusi murni anggaran untuk pekerjaan tanggul ada pada tahun 2022.

Hal senada juga disampaikan Kadis PUPR Yohanes Nahak bahwa proses pekerjaan tanggul itu harus benar dimulai dari hulu hingga ke hilirnya sehingga bisa tahan ketika aliran air yang datang itu deras.

Menurutnya sejak terjadi bencana seroja kerusakan tanggul itu mulai dari desa Angkaes, Wederok, Lamudur sampai di Mota Ain dan setelah bencana itu kami melakukan identifikasi lapangan dan lakukan pengukuran kira-kira panjangnya sekitar 8 kilometer mulai dari Angkaes lalu kita hitung anggarannya.

Baca Juga  Seroja Membawa Berkat, Menghadirkan Kardinal Ignasius Di Malaka

“Untuk anggaran yang seperti yang disampaikan Pak Bupati itu membutuhkan sekitar 50 M dan bencana itu terjadi dipertengahan tahun 2021. Jadi anggaran untuk tanggul itu sudah ditetapkan dan akan dieksekusi tahun 2022”, tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Brimo, Langkah Cerdas BRI Kefamenanu Membentuk Generasi Finansial Sehat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA