Gedung Gereja Bolan, Dibangun Karena Peduli

- Editor

Sabtu, 4 Desember 2021 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun, jurnal-ntt.com- Gedung Gereja Paroki Santo Fransiskus Bolan dibangun di atas dasar kepedulian Andreas Sofiandi dan para donator karena melihat kondisi bangunan yang rusak akibat bencana badai seroja yang melanda NTT termasuk Malaka pada April 2021 lalu.

Pasca bencana badai Seroja yang melanda wilayah Kabupaten Malaka, para donatur dari Perkumpulan Himpunan Bersatu Teguh secara sukarela membangun gereja baru yang megah, dalam waktu yang begitu singkat, cuma dalam kurun waktu enam bulan pengerjaan.

Baca Juga  DPC PDI Perjuangan TTU Copot Sementara Veronika Lake Usai Polemik Kematian Dr. Icha

Ketua perhimpunan ini sekaligus pengawas di lapangan, Andreas Sofiandi saat dijumpai di Paroki Bolan, Selasa 23 November 2021, mengungkapkan dirinya sangat sedih melihat dari dekat kondisi Gereja Paroki Bolan saat badai Seroja medio April 2021 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andreas mengaku sangat prihatin dengan kondisi Gereja yang penuh genangan air dengan bangku Gereja tercecer tak beraturan karena terhempas aliran air. Tumpukan lumpur dan genangan air memenuhi pelataran Gereja. Sorotan matanya sontak terpaku karena menatap dari dekat panorama kelam yang sungguh menyayat hati.

Baca Juga  Kunjungi Seminari Claret, Bupati Kupang Disambut Hangat Para Imam dan Frater

“Saya datang di Malaka karena badai Seroja yang melanda daerah ini. Membantu sesuai kebutuhan umat. Namun ketika masuk di Gereja Bolan hati saya langsung terkoyak. Wah, ini Rumah Tuhan sangat tidak layak untuk digunakan lagi. Satu pengalaman iman yang sungguh menggores di hati,” ucapnya.

Selain sebagai motivasi bagi umat, Andreas pun mengharapkan agar pembangunan gedung gereja ini digunakan secara bertanggung jawab. “Umat diharapkan punya rasa memiliki bangunan Gereja baru ini dengan menjaga kebersihan dan merawatnya secara baik,” kata sambil tersenyum.
Pembangunan Gereja Santo Fransikus Bolan ini juga melibatkan berbagai pihak yang peduli. Semua material bangunan diangkut dari Jakarta dengan kualitas terbaik. Umat juga terlibat aktif dengan menyumbangkan tenaga. (*/Oll)

Baca Juga  Warga Temukan Amunisi Aktif, Polres TTU Gerak Cepat Amankan

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA