Jalani Rapid Tes Kedua, Tiga Sahabat El Asamau Negatif Covid-19

- Editor

Selasa, 21 April 2020 - 04:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi,JurnalNTT.Com – Hasil rapid test kedua atas (DB), (M) dan (R), tiga sahabat El Asamau, pasien 01 positif covid-19 di Provinsi NTT dinyatakan non reaktif atau negatif covid-19.

Ketiga orang sahabat El Asamau tersebut telah menjalani rapid test pertama pada 10 hari lalu karena sempat kontak fisik dengan El Asamau.

Pantauan wartawan, di RSUD Naibonat, Senin (20/4/2020), ketiga Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut menjalani rapid test pada Pukul 12.00 Wita.
Usai rapid test, Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Nenobais mengumumkan bahwa ketiganya negatif.

Direktur RSUD Naibonat, dr.Erol Nenobais

Langkah selanjutnya, menurut Erol, akan dilakukan tes swab atau tes cairan tenggorokan. Namun untuk tes swab ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari tim gugus tugas Provinsi NTT.
“Mengingat ketiganya negatif pada rapid test kedua maka sesuai petunjuk tidak diperlukan lagi untuk dilakukan pemeriksaan swab. Namun ini masih dikoordinasikan dengan gugus tugas Propinsi NTT. Jika diperlukan untuk kepastian status maka siap lakukan swab,” jelasnya.
Meskipun hasil rapid test kedua negatif namun ketiga sahabat El Asamau tersebut harus tetap menjalani isolasi mandiri di rumah.
Dikutip dari sehatq.com, rapid test adalah pemeriksaan virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah.
IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah.
Hasil rapid test dengan sampel darah tersebut, dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh.
Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi COVID-19.
Maka dari itu, orang dengan hasil rapid testnya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorok atau hidung.
Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.
Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).
Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab COVID-19) di tubuh. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Penjelasan Pertamina Soal Antrean SPBU di Kefamenanu Dipertanyakan, Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM Subsidi
BBM Langka Lagi di TTU, Warga Duga Ada Permainan Kuota di Depo Pertamina
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA