Ujian Skripsi di STIKUM, Mahasiswa Dicerca Pertanyaan Ilmiah dan Dijawab Tanpa Teks

- Editor

Kamis, 22 Agustus 2024 - 13:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Stikum Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.,MH, Prof.Dr.Drs.Yohanes Usfunan, SH.,MH (pertama/kiri) menghadiri sidang skripsi sebagai dosen penguji. Foto:sk/jn

Direktur Stikum Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.,MH, Prof.Dr.Drs.Yohanes Usfunan, SH.,MH (pertama/kiri) menghadiri sidang skripsi sebagai dosen penguji. Foto:sk/jn

Oelamasi, jurnal-NTT.com – Ujian Skripsi yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (Stikum) Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.MH dilaksanakan secara lisan. Mahasiswa yang maju ujian skripsi tidak diperkenankan untuk membawa catatan atau teks.

Pantauan media ini, Kamis (22/08/2024), dalam Sidang Skripsi yang dilaksanakan di kampus Stikum, mahasiswa yang melaksanakan ujian skripsi berdiri di podium yang telah disiapkan di hadapan para dosen penguji.

Mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi lantas dipersilahkan untuk memaparkan skripsi yang telah disusun dan dibagikan kepada pada dosen penguji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai memaparkan skripsinya secara lisan, mahasiswa dicerca para dosen penguji dengan pertanyaan ilmiah seputar skripsi yang diajukan dalam ujian.

Pantauan media ini, para mahasiswa yang maju ujian itu sangat fasih memaparkan skripsi yang ditulis, mulai dari Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan dan Bab V Penutup.

Baca Juga  671 Tenaga Honor yang Lolos Passing Grade PPPK Tahun 2021 Wajib Ujian Ulang

Menariknya, ujian skripsi yang dilaksanakan di kampus Stikum dilakukan oleh para dosen bergelar profesor, doktor dan magister ilmu hukum.

Bahkan ujian skripsi di Stikum selalu dihadiri oleh Direktur Stikum, Prof.Dr.Drs.Yohanes Usfunan, SH.,MH. Kehadiran Prof Usfunan ini tak jarang membuat para mahasiswa tampil gugup. Meskipun terlihat sedikit gugup namun para mahasiswa Stikum yang maju ujian terlihat sangat fasih memaparkan skripsi yang ditulis sehingga mendapat apresiasi dari Prof Usfunan.

Kepada media ini, Direktur Stikum Prof.Dr.Yohanes Usfunan SH.,MH, Prof.Dr.Drs.Yohanes Usfunan, SH.,MH mengatakan, penerapan ujian lisan di Stikum, mulai dari ujian semester, ujian proposal sampai ujian skripsi bertujuan untuk memacu mahasiswa agar mempersiapkan diri secara matang dengan cara tekun belajar untuk memahami skripsi yang disusun.

Baca Juga  Komunitas Jurnalis Kabupaten Kupang Desak Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Terhadap Jurnalis Fabianus Latuan

Ujian skripsi yang dilaksanakan secara lisan tersebut menurut Profesor Usfunan, melatih public speaking mahasiswa agar terbiasa berbicara di hadapan umum tanpa rasa gugup dan rasa malu atau demam panggung.

“Bagaimana mungkin seorang sarjana hukum tidak paham ilmu hukum dan public speaking morat-marit saat bicara di hadapan umum? Inilah mengapa kita terus motivasi mahasiswa agar tekun belajar agar bisa sukses dalam ujian”, jelas Prof Usfunan uang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Etik Senat Unud ini.

Guru Besar Fakultas Hukum Udayana Bali ini berharap mahasiswa Stikum yang hendak maju ujian harus mempersiapkan diri secara baik. Sebab jika hasil ujian buruk maka pasti dinyatakan tidak lulus.

Bagi mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dalam ujian skripsi maka akan diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri secara baik lagi untuk mengikuti ujian ulang.

Baca Juga  Universitas Brawijaya dan Undana Kolaborasi Beri Pendampingan dan Pelatihan Produksi Pakan Ternak di Kabupaten TTS

“Ujian di Stikum tidak main-main. Bagi mahasiswa yang tidak belajar pasti tidak lulus. Bagi yang tidak lulus ujian maka diberi kesempatan untuk belajar lagi. Setelah mempersiapkan diri secara matang maka akan diuji lagi”, jelas Profesor yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Kajian Nasional dan Ketatanegaraan Forum Guru Besar Universitas Udayana, Denpasar Bali ini.

Profesor Usfunan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV Senat Unud yang membidangi vit and proper tes calon Guru Besar Unud ini berkomitmen agar lulusan Stikum bukan sekadar memiliki ijazah namun memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni sehingga bisa bersaing dalam dunia kerja.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA