Rekrutmen Tenaga Kerja di Pelabuhan Wini Sarat KKN, Tenaga Kerja Lokal Disingkirkan

- Editor

Kamis, 25 September 2025 - 22:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Puluhan warga Desa Humusu Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar aksi unjuk rasa di Pelabuhan Wini terkait kebijakan rekrutmen tenaga kerja di Pelabuhan wini, Kamis (25/9/2025).

Warga sekitar menilai proses rekrutmen ini kurang menghargai SDM lokal dan juga sangat tertutup. Penyebabnya, selama ini kebijakan banyak melahirkan ketidakadilan.

“Awalnya kami warga sangat mendukung dan berharap besar terus tumbuhnya industri di sekitar kami agar bisa membawa kebaikan, tapi faktanya bertolak belakang dari harapan itu,” ungkap Alfons Ranu selaku Koordinator aksi.

Massa sempat mencoba berdialog dengan petugas pelabuhan. Namun, dialog kandas karena syahbandar selaku pihak yang paling bertanggung jawab tidak berada di tempat.

“Sebelumnya kami berharap, dengan hadirnya syahbandar selaku pihak yang paling bertanggung jawab tersebut bisa menciptakan ladang usaha bagi pekerja lokal namun dengan seiringnya waktu, harapan besar warga di Desa Humusu Wini hanya menjadi angan-angan saja,” tamdas Alfons.

Baca Juga  Kasus Penganiayaan Oleh Kades Napan Berujung Penahanan

Alfons juga mengaku pihak syahbandar selama ini tertutup. Karena itu, sejumlah elemen masyarakat di Desa Humusu Wini akan bergabung untuk melakukan gerakan aksi sebagai bentuk protes.

“Saya menilai telah terjadi diskriminasi terhadap pekerja lokal dan ini ironi yang menyakitkan. Di tanah sendiri, anak-anak tempatan justru hanya jadi penonton karena lebih memprioritaskan tenaga kerja luar yang dianggap ‘berpengalaman,” tegas Alfons.

Baca Juga  Diduga Selewengkan Dana Desa Bertahun-tahun, Kejari TTU Diminta Segera Periksa Kades Sekon

Masyarakat berharap suara ini tidak hanya jadi angin lalu. Jika terus mengabaikan suara rakyat tempatan, tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi yang lebih besar demi menegakkan hak-hak mereka.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA