Paket Gemoy Siap Wujudkan Swasembada Pangan Beras dan Jagung di Kabupaten Kupang

- Editor

Selasa, 1 Oktober 2024 - 13:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, jurnal-NTT.com – Paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Yosef Lede, SH dan Aurum O. Titu Eki, S.Ars.,M.Ars (Gemoy) memiliki visi-misi yang cerdas untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kupang. Salah satu visi-misi yang sangat layak diapresiasi adalah mewujudkan swasembada komoditas pangan beras dan jagung di Kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan Calon Bupati Kupang, Yosef Lede, SH, Kepada wartawan di Sekretariat Pemenangan Gemoy, Jalan Timor Raya, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (29/09/2024).

Yosef Lede mengatakan, jika dipercayakan untuk memimpin Kabupaten Kupang lima tahun ke depan maka paket Gemoy akan siap mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas yang termuat dalam visi-misi paket Gemoy.

Baca Juga  Disebut Kerja Asal Jadi, Ini Jawaban Kontraktor proyek Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan di Desa Naet

Politisi Gerindra ini menjelaskan, komoditas pangan di Kupang cukup banyak. Namun Gemoy akan lebih memprioritaskan dua komoditi pangan yakni beras dan jagung.

Ia mengatakan, luasan lahan basah dan lahan kering produktif di Kabupaten Kupang akan didata secara baik dan akan diintervensi dengan anggaran.

“Jadi semua lahan basah dan lahan kering produktif di Kabupaten Kupang akan kita data secara baik dan kita intervensi dengan anggaran. Kita akan fokus untuk mewujudkan swasembada beras dan jagung. Sebab dua komoditi pangan ini adalah makanan pokok masyarakat Kabupaten Kupang”, ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang tiga periode ini menjelaskan, beberapa kebijakan intervensi anggaran untuk mewujudkan swasembada pangan ini adalah dengan melakukan pengadaan tractor roda empat sebanyak 500 unit dan hand tracktor 1000 unit untuk olah lahan pertanian secara gratis.

Baca Juga  Kadis PUPR NTT Tegaskan Semua Jalan Provinsi Direalisasikan Tahun Ini

Setelah lahan diolah secara gratis maka petani akan diberikan bibit padi dan jagung unggul, obat-obatan hama distribusi pupuk yang merata kepada petani.

Ketua KNPI Kabupaten Kupang ini melanjutkan, peket Gemoy juga akan membangun rumah produksi lengkap dengan rice milling dalam luasan area tertentu. Rumah produksi itu akan berfungsi untuk menampung gabah dan memproduksi beras.

“Jadi setelah petani panen, gabah akan dijemur dan diproduksi menjadi beras di rumah produksi yang telah disiapkan”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan, paket Gemoy akan menciptakan brand beras khas Kabupaten Kupang.

Baca Juga  Mantan Bupati Kupang, Korinus Masneno Diperiksa Polisi Terkait Kasus Pembangunan GOR

“Jadi Gemoy akan menciptakan brand beras yang khas. Dan brand beras ini tidak hanya asal caplok hasil dari petani tetapi benar-benar merupakan hasil intervensi anggaran dari Gemoy”, jelasnya.

Selain pengadaan tracktor, bibit unggul, obat-obatan hama, pupuk dan rumah produksi, lanjutnya, untuk mencapai swasembada beras dan jagung maka paket Gemoy akan membangun sumur bor 1000 unit, embung 300 unit, bendung dan saluran irigasi.

“Jadi infrastruktur pertanian, termasuk air itu sangat penting untuk dibangun. Persoalan kita di Kabupaten Kupang adalah infrasturktur pertanian, termasuk air dan pupuk. Jika Gemoy terpilih maka kita akan benahi semuanya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA