Gelar Pelatihan Pengurus Koperasi Merah Putih, Bupati Pastikan Koperasi Merah Putih di 177 Desa/Kelurahan Terbentuk

- Editor

Senin, 1 Desember 2025 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, jurnal-NTT.com – Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kupang, bagi pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Kupang, bertempat di Kantor Bupati, Rabu (25/11/2025).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 (Tiga) hari ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Kupang Yosef Lede, dengan didampingi Asisten 2 Sekda Charles Banamtuan, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Dr.Lerry Rupidara, Kepala Dinas Kabupaten Kupang Adriel Abineno.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede memastikan bahwa koperasi hadir karena perintah Undang-Undang dan telah dilaksanakan oleh Presiden RI. Ia bersyukur karena memiliki Presiden yang begitu peduli langsung kepada masyarakat. “Beliau mau, uang itu langsung sampai kepada masyarakat. Ada beberapa keputusan politik dari Presiden di dalam melaksanakan apa yang menjadi visi misi beliau, salah satunya pembentukan Koperasi Merah Putih. Dan saya pastikan, Kabupaten Kupang salah satu Kabupaten yang tercepat membentuk koperasi merah putih. Serta apapun yang menjadi arahan dan program Presiden, Kabupaten Kupang siap melaksanakan dan menyukseskan,”jelas Yosef.

Lanjut Yosef menjelaskan, pemerintah terus berupaya membangun ekonomi langsung kepada rakyat mulai dari desa-desa. Dan bila koperasi merah putih dikelola secara baik, dipastikan akan ada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat.

“Program ini bagus, bapak ibu yang sudah dipercayakan sebagai ketua dan pengurus Koperasi Merah Putih, hal pertama yang perlu ditanamkan adalah cintai pekerjaan ini, karena kita akan mengelola keuangan negara. Ini sumber kehidupan untuk bangun ekonomi, dimanfaatkan dan dikelola secara baik, sehingga memberi asas manfaat bagi kehidupan masyarakat,”kata Bupati Yosef.

Sambungnya, pola yang dipakai Presiden kita adalah pola kekeluargaan, pola gotong royong, maka di yakini kemiskinan ekstrem dapat terselesaikan secara bertahap, jika program ini dijalankan secara baik. Menurut Yosef, yang perlu digenjot adalah sektor pertanian, karena dari pertanian dapat merubah kehidupan masyarakat jadi lebih baik, bisa keluar dari kemiskinan ekstrem.

Baca Juga  Bupati TTU Lantik Rudolfus Manlea Sebagai Dirut PDAM

Saat tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Kupang yang telah berinisiatif menggelar pelatihan ini, memberi pembekalan-pembekalan berarti kepada pengurus Koperasi Merah Putih, dan ia harapkan pelatihan seperti ini jangan hanya sekali dilaksanakan. Saat itu juga Yosef Lede menyampaikan, apabila ada lahan atau bangunan milik pemda yang berada di kecamatan atau desa yang tidak dimanfaatkan, disampaikan kepada dirinya, agar bisa digunakan pengurus Koperasi Merah Putih untuk ditempati.

“Untuk Koperasi Merah Putih harus ada wadah dan fasilitas. Pengurus ada, payung hukum ada, maka fasilitas juga harus ada. Selain itu, untuk dukung ini kita punya tenaga P3K sebanyak 177 orang yang akan di kasih pelatihan menjadi pendamping Koperasi Merah Putih. Koperasi Merah Putih harus bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Katena program Presiden RI ini dibuat hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ungkap dia.

Baca Juga  Jenazah Prada Ardi Yudi Ardianto yang Gugur di Papua Tiba di Kampung Halamannya

Sementara Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTT, Dr.Lerry Rupidara memberikan apresiasi kepada Bupati Yosef Lede yang menaruh perhatian serius untuk kemajuan Koperasi Merah Putih di daerah Kabupaten Kupang. Kata Rupidara, pelaksanaan program ini yang lebih tepatnya disebut gerakan, sangat membantu mendorong pemerataan bangsa dan negara yang dimulai dari desa dan kelurahan dalam rangka mendorong kemandirian.

“Kabupaten Kupang luar biasa, Koperasi Merah Putih telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan, tinggal teknisnya bagaimana semua yang terlibat dalam kepengurusan koperasi ini, tidak hanya pada kapasitas, tapi kapabilitas juga. Kepada peserta pelatihan, diharapkan berbagai materi yang disampaikan, dicermati secara baik,”ucapnya.

Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal, harus aktif, harus punya bidang usaha sendiri karena Koperasi ini dibentuk untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:36 WITA

Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara

Berita Terbaru

Bupati Kupang, Yosef Lede, SH

ADVERTORIAL

Bupati Kupang Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:30 WITA

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA