KEFAMENANU, JURNALNTT – Sejarah baru ditorehkan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara. Sekolah tersebut untuk pertama kalinya menyelenggarakan Misa Penerimaan Sakramen Komuni Pertama bagi 22 peserta didik berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah, Kamis (24/9/2026).
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu, RD. Gabriel Alos, Pr, dengan konselebran RD. Marthin Nahak dan Diakon Derry. Misa ini juga dirangkaikan dengan agenda peresmian dan pemberkatan gedung baru SLBN Benpasi.
Hadir dalam perayaan tersebut Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Ambrosius Kodo, Kepala SLBN Benpasi Yustina Metan Bitin Berek, para guru, tenaga pendidik, serta para orang tua siswa penerima Komuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pesannya, RD. Gabriel Alos menegaskan bahwa penerimaan Komuni Pertama bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan iman yang harus terus didampingi secara berkelanjutan.
“Anak-anak kita sudah terdaftar sebagai penerima Komuni Pertama. Kepada orang tua dan guru pendamping diharapkan terus mendidik dan mendampingi mereka agar iman mereka dapat berkembang dan bertumbuh,” ujar Romo Gabriel.
Apresiasi disampaikan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo. la menyebut kehadirannya di SLBN Benpasi merupakan pengalaman pertama yang memberikan kesan mendalam, terutama melihat kondisi dan aktivitas di dalam lingkungan sekolah SLBN Benpasi.
“Ketika diundang oleh kepala sekolah, saya langsung mengiyakan karena saya juga ingin mengetahui seperti apa kondisi di dalam. Ternyata sangat bagus, apalagi gedungnya baru direnovasi,” kata Bupati Yosep.
Bupati juga memberikan penghargaan kepada dedikasi para guru SLB yang dinilainya sebagai bentuk pengabdian luar biasa dengan kesabaran dan kasih sayang dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kadang dalam kesibukan sehari-hari kita lupa bahwa ada anak-anak yang membutuhkan perhatian seperti ini. Saya berterima kasih kepada guru-guru yang dengan hati ikhlas, sabar, dan penuh kasih sayang mengurus anak-anak kita di sini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Yosep menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pribadi yang hebat apabila memperoleh akses pendidikan dan pendampingan yang tepat.
“Saya tahu kemampuan mereka. Kalau dididik dengan baik, anak-anak ini pasti akan menjadi orang hebat pada saatnya nanti,” tegasnya.
Terkait dukungan pemerintah daerah, Bupati menyatakan Pemkab TTU siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku, meskipun pengelolaan SLB berada di bawah Pemerintah Provinsi.
“Walaupun ini merupakan tanggung jawab provinsi, karena sekolah ini berada di TTU, kita tidak menutup mata, telinga, dan hati. Kalau ada yang dibutuhkan dan Pemda TTU bisa membantu, silakan bersurat. Kita akan bantu sesuai kemampuan dan aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis : Mario
Editor : Maryo Usboko
Sumber Berita: JurnalNTT






