Alami Rawan Pangan, Warga Desa Nanebot Sulit Dapat Bahan Makanan

- Editor

Selasa, 13 Desember 2022 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Dusun Tabora, Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, sedang bergotong royong membersihkan lahan tidur untuk ditanami sayuran, Senin (12/12/2022). Foto: Sipri Klau/JN

Warga Dusun Tabora, Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, sedang bergotong royong membersihkan lahan tidur untuk ditanami sayuran, Senin (12/12/2022). Foto: Sipri Klau/JN

Betun, jurnal-NTT.com – Sebagian besar warga Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka mengalami rawan pangan. Akibatnya, warga kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan.

Pantauan media ini, Sabtu (10/12/2022) di desa Nanebot, sebagian warga bertahan hidup dengan memakan umbi-umbian dan pisang. Sebab stok hasil panen jagung di musim tanam tahun 2021/2022 sudah habis.

“Kami punya jagung di lumbung sudah habis. Sekarang makan ubi kayu dengan pisang tiap hari”, ungkap Sinta Bui, warga desa Nanebot.

Selain Sinta Bui, warga desa Nanebot lainnya, Daniel Meak, Yonatas Nahak, Maria Angela Luruk, juga mengaku kesulitan mendapatkan bahan makanan.

“Bulan Desember seperti ini kami punya jagung sudah habis. Terpaksa kami makan pisang dengan ubi kayu”, jelas Daniel Meak.

Daniel Meak mengaku tidak memiliki uang untuk membeli beras.

Baca Juga  Bupati Malaka Tegaskan, Masa 100 Hari Kerja Berakhir 4 Oktober 2021

“Mau beli beras tapi uang tidak ada. Terpaksa kami makan pisang dengan ubi kayu tiap hari”, ungkapnya.

Menanggapi persoalan rawan pangan di Desa Nanebot, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Folgen Fahik mengatakan, Dinas Sosial tidak bisa langsung melakukan penanganan jika tidak ada Surat Keputusan (SK) Darurat Bencana dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka.

“Dinas Sosial tidak bisa lakukan penanganan (rawan pangan) jika tidak ada SK Darurat Bencana dari BPBD. Kalau sudah ada SK Darurat Bencana pasti kami akan segera mengurus beras di Bulog (Badan Urusan Logistik) “, jelasnya.

Baca Juga  Dankolakops Pamtas RI-RDTL Brigjen TNI Hendro Cahyono Lakukan Kunjungan ke Pos Satgas Yonarhanud 2 Kostrad

Meskipun demikian, Folgen Fahik berjanji akan segera melaporkan kondisi rawan pangan Desa Nanebot tersebut kepada Bupati Malaka.

“Nanti saya akan laporkan (kondisi rawan pangan) kepada Bapak Bupati”, jelasnya. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru