Audit Dana Desa di TTU Bongkar Penyelewengan, Nilai Kerugian Negara Capai Miliaran Rupiah

- Editor

Selasa, 11 November 2025 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengungkapkan hasil mengejutkan dari audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) di Kabupaten TTU sejak tahun 2015 hingga 2024, Senin (10/11/2025).

Orang nomor satu di TTU ini menegaskan dirinya telah memerintahkan Inspektorat Daerah untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait penggunaan Dana Desa selama sembilan tahun terakhir.

Baca Juga  Waspada Terhadap Penyelundupan Narkoba, Ini yang Dikatakan PLT. Kesbangpol Malaka

Audit tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi langkah strategis dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana desa yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski terkesan tegas, audit ini sejatinya bukan untuk mencari-cari kesalahan. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menegaskan bahwa audit juga bertujuan untuk pembinaan.

“Kurang lebih dua bulan dilakukan audit, dan ditemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 103 miliar,” ungkap Falent Kebo.

Baca Juga  GARDA Desak KPK Dorong Polda NTT Percepat Penanganan Kasus Dugaan Korupsi DAK di TTU

Menurutnya, temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil audit tersebut dengan melakukan rapat koordinasi bersama aparat penegak hukum, baik dari kepolisian maupun kejaksaan.

“Kami akan memanggil seluruh pihak yang terlibat, termasuk para mantan kepala desa, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik dengan pengembalian dana maupun langkah hukum lainnya,” tegasnya.

Baca Juga  Kepala Desa Nanebot dan Sekdes Diduga Rekayasa Data Penerima BLT

Audit dana desa di Kabupaten TTU ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan daerah dapat bertindak proaktif untuk menjaga uang rakyat. Langkah tegas ini diharapkan bukan hanya menjadi proyek sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA