Bupati Malaka: Penyakit Covid-19 Benar Ada

- Editor

Rabu, 4 Agustus 2021 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun,jurnal-NTT.com -“Penyakit covid-19 ada, kita tidak boleh main-main”.

Hal ini disampaikan Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., saat kunjungan perdana terkait covid-19, di Kantor Camat Malaka Tenga, Rabu (4/8/2021)

Melihat kondisi wilayahnya yang masyarakatnya rentan terkonformasi Covid-19, Bupati Simon melakukan Gebrakan baru agar dapat melihat kepedulian dari semua elemen-elemen termasuk Pemda Malaka, bersama Jajaran untuk perang melawan covid-19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan takut perang melawan Covid-19, kita percaya bahwa Tuhan, leluhur, alam semesta tidak mungkin akan mengutuk kita untuk sekian lama. Kita yakin pasti kita akan diberkati, agar kita terbebas dari penyakit ini. kita harus yakin itu bahwa kita bisa, dari Malaka kita bisa perang melawan Covid-19”, kata Bupati Simon Nahak

Baca Juga  Bupati Simon Menegaskan Jika Sesuai Regulasi Segala Cara Bisa Ditempuh Untuk Malaka

Menurutnya, perang melawan pandemi global virus corona (Covid-19) adalah suatu keharusan. Bupati menyatakan Covid-19 adalah ‘musuh tak terlihat’, dan telah mengubah sendi-sendi kehidupan manusia. Karenanya Pernyataan ‘berperang’ melawan Covid-19 ini sekaligus mengajak keterlibatan seluruh elemen masyarakat khususnya stakeholder di setiap tingkatan.

Bupati juga menyebut Langkah strategis untuk menghadapi “musuh tak terlihat ini” antara lain:
Pertama, berkeliling ke 12 kecamatan guna menyatakan perang melawan Covid-19 dan instruksikan kepada Pak Camat dan Kepala Desa untuk segera merealisasikan posko-posko penjagaan covid di semua Desa. “Kalau sudah ada dipertahankan, dijaga, dan tolong digunakan”.

Kedua, menginstruksikan kepada seluruh OPD, Camat, Para Kepala Desa dan semua saja, tidak mengenal siapapun mulai dari diri kita masing-masing agar memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga  Aurum Titu Eki Resmi Maju Sebagai Balon Wakil Bupati Kupang Berpasangan dengan Yosef Lede

Edukasi dimaksud, kata Bupati, ketika bertemu bapak/mama, basaudara yang ada di sawah, ada di kebun, kalau lihat yang tidak pakai masker, tolong sampaikan kepada mereka agar pakai masker”, pesan Bupati Simon.

Mengingat Kepala Desa setiap harinya bertemu secara langsung dengan masyarakat, Bupati Simon minta agar kepala desa tidak boleh berhenti mengingatkan keluarga kita, masyarakat kita untuk pakai masker, pakai handsanitizers. Tangan kalau lagi kotor jangan digosok di mata, cuci tangan, jaga jarak. Supaya kita bisa menekan penyakit ini dan kita yakini itu.

Bupati Simon menyampaikan bersama OPD terkait akan melakukan kunjungan mulai start dari kota Betun sampai ke-11 kecamatan lainnya istilah orang Malaka bilang “mare mola umah laran lai keta sai uluk bah ruman sia to” kita mulai dari keluarga dulu. Tentunya kehadiran saya selalu bersama dengan OPD terkait agar dapat menjawab setiap persoalan yang membutuhkan jawaban.

Baca Juga  Miris, Warga Desa Nanebot Bersama Lima Anaknya Tinggal di Pondok Reot

Bupati Simon menyadari bahwa untuk melawan Covid-19 tentunya membutuhkan dana oleh karena itu,  per kegiatan anggaran dana desa bisa dipakai untuk melawan covid yang penting bisa dipertanggungjawabkan.

“Untuk itu saya minta para kepala desa agar menggunakan anggaran dana desa untuk melawan Corona sepanjang anggaran tersebut dapat dipertanggungjawabkan”, pungkas Bupati Simon

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang
Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai
Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas
Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus
Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas
Sikap Tegas BGN, SPPG Insana Susulaku di TTU Dihentikan Sementara
Merasa Dipimpongi, Keluarga Aprianto Tikneon Minta Kasus Penganiayaan Diambil Alih Polda NTT
Diduga Alami Gejala Keracunan Setelah Konsumsi MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Insana Terpaksa Dipulangkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:34 WITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WITA

Polres TTU Gelar Pasukan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:33 WITA

Pemerintah Kecamatan Biboki Anleu Mulai Tertibkan Ternak yang Berkeliaran Bebas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:48 WITA

Personel Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Jadi Tenaga Pendidik di SDK Benus

Senin, 9 Maret 2026 - 08:56 WITA

Pemkab TTU Digugat Rp 4,2 Miliar, Dalam Dugaan Kasus Pengadaan Vaksin dan Digitalisasi Puskesmas

Berita Terbaru

BERITA

Seorang Ayah di TTU Tebas Anak Kandung dengan Parang

Jumat, 13 Mar 2026 - 08:34 WITA