KEFAMENANU, JURNALINTT– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara resmi meluncurkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah berupa beras untuk alokasi Juli-September 2026. Peluncuran dilakukan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo di Kantor Lurah Kefamenanu Tengah, Jumat (21/8/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Atambua, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. TTU, Camat Kota Kefamenanu, Para Lurah Se – Kecamatan Kota Kefamenanu, Para tokoh adat, serta tokoh masyarakat penerima manfaat.
Program ini menindaklanjuti surat Perum BULOG Kantor Cabang Atambua Nomor 04/BANGPANG-TTU/08/2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang pelaksanaan penyaluran bantuan pangan.
Sebanyak 43.445 kepala keluarga di TTU ditetapkan sebagai penerima manfaat. Setiap KK akan mendapat 10 kilogram beras setiap bulan selama 3 bulan ( Juli, Agustus, dan September).
“Program bantuan pangan beras merupakan salah satu bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Ini adalah simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakatnya,” ungkap Bupati Falen Kebo dalam sambutannya.
Dengan jumlah penerima yang besar, Bupati meminta penyaluran dilakukan tertib, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
“Jangan sampai ada beras bantuan yang tidak sampai kepada orang yang berhak menerimanya. Jangan pula ada keluarga yang seharusnya menerima, tetapi justru terlewatkan karena persoalan administrasi atau pendataan,” tegasnya.
la juga meminta proses penyaluran dibuat sederhana agar tidak menyulitkan masyarakat. Para camat, kepala desa, dan lurah diinstruksikan turun langsung melakukan pengawasan.
“Tidak boleh ada pungutan di luar ketentuan. Tidak boleh ada permainan dalam penyaluran. Dan tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Orang nomor satu di TTU ini, juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, Pemerintah Provinsi NTT, dan seluruh jajaran Pemkab TTU atas kerja sama menyukseskan program.
Kepada penerima, ia berpesan agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Namun ia menekankan bantuan bukan untuk menciptakan ketergantungan.
“Bantuan ini harus dimaknai sebagai jembatan menuju kemandirian. Filosofinya sederhana, hari ini pemerintah membantu menyediakan pangan, tetapi ke depan, pemerintah ingin setiap keluarga mampu menghasilkan pangannya sendiri melalui pemanfaatan pekarangan, kebun keluarga, beternak dan usaha produktif lainnya,” katanya.
Lanjutnya, ukuran keberhasilan bantuan bukanlah semakin banyak masyarakat yang menerima bantuan, melainkan semakin banyak keluarga yang beranjak dari penerima bantuan menjadi keluarga yang mandiri,” tutupnya***.
Penulis : Mario
Editor : Maryo Usboko
Sumber Berita: JurnalNTT






