Ketua DPC Gerindra TTU Dipolisikan Atas Dugaan Kasus Tindak Pidana Penipuan

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNAL NTT – Petrus Sole Ratrigis, seorang perencana dan pengawas pembangunan Dapur MBG Maubesi, melaporkan Ketua DPC Gerindra Kabupaten TTU, Kristo Haki, yang juga pengelola Dapur MBG Maubesi, ke Polres TTU atas dugaan tindak pidana penipuan uang jasa dan biaya pengganti material.

Laporan itu dibuat pada Senin, (26/1/2026), setelah Kristo Haki diduga tidak memenuhi janjinya untuk membayar uang jasa dan biaya pengganti material yang telah dikeluarkan oleh Petrus.

Menurut laporan Petrus, Kristo Haki, telah menggunakan jasanya sebagai perencana dan pengawas pembangunan Dapur MBG Maubesi sejak November 2024.

Petrus telah melakukan pendataan lapangan, membuat layout, dan mengawas pembangunan dapur MBG di beberapa lokasi, termasuk di Desa Maubesi, BTN, dan Kantor BPJS kota Kefa.

Namun, setelah dapur MBG Maubesi selesai dibangun pada Juli 2025, Kristo Haki tidak lagi menghubungi Petrus untuk membayar uang jasa dan biaya pengganti material yang mencapai Rp 200 juta lebih.

Baca Juga  Buronan Kasus Kematian Dua Pelajar di TTU Dibekuk di Kalimantan

“Saya sudah bekerja keras membuat perencanaan dan mengawas pembangunan Dapur MBG Maubesi, tapi tidak dibayar. Saya terpaksa melapor ke polisi karena sudah tidak ada jalan lain,” kata Petrus Ratrigis.

Petrus juga menyatakan bahwa Kristo Haki telah memanfaatkan keluguan dan kepercayaannya dengan menunjuknya sebagai PIC Dapur MBG Maubesi tanpa membuat surat pengangkatan yang jelas. Hal ini melanggar ketentuan UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja.

Saat melapor ke Polres TTU Petrus Sole Ratrigis didampingi oleh Penasehat Hukum dari Kantor Hukum Victor Emanuel Manbait SH dan Rekan, Adv.Paulo Chrisanto, SH dan Victor Emanuel Manbait, SH.

Baca Juga  Dinilai meresahkan, Anton Natun Desak Pj Bupati Kupang Copot Kabag Umum Setwan

Kristo Haki dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, yang dapat diancam dengan pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda kategori V (maksimal Rp500 juta).

Selain itu, Petrus juga akan melaporkan Kristo Haki ke Dinas Tenaga Kerja karena tidak membayar upah kerja jasa yang telah dikeluarkan.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix
Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu
Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA