Yohanes Klau Lakukan Kunjungan ke-6 Sekolah Ditengah Covid-19, Memastikan KBM Sesuai Zonasi

- Editor

Rabu, 4 Agustus 2021 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka, Jurnal-NTT.com- PLT Dinas Pendidikan Yohanes Klau, didampingi PLT Kabid Digdas dan koordinator pengawas SD SMP melakukan kunjungan ke 6 sekolah di Kabupaten Malaka  untuk memastikan KBM sesuai Zonasi yakni; SDN Harekakae, SMAN Harekakae, SDK betun 1, SDK betun 2, SMPK sabar subur, dan SMK swasta wilibrodus, Rabu (4/8/2021).

Yohanes Klau menjelaskan bahwa kunjungan itu dilakukan guna melihat langsung pelaksanaan kegiatan KBM secara daring sesuai zonasi lalu mengecek Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dibagikan pada jumlah anak-anak yang terbatas dan terutama ingin membuktikan bahwa guru tidak libur.

“Saya mengecek langsung apa betul guru-guru serta tenaga pendidikan masuk sekolah sesuai jadwal dan juga kepala sekolahnya ada di sekolah atau tidak. Ini dilakukan agar anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi covid-19”, Ungkap Yohanes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait hal tersebut, sambung Yohanes Klau, saya sudah memberi instruksi bahwa setiap hari kerja sesuai kalender pendidikan, kepala sekolah, guru dengan tenaga kependidikan harus hadir di sekolah dan menandatangani daftar hadir sesuai jadwal dengan materi daftar hadir guru dengan peserta didik. Agar bisa mengetahui jumlah yang terlibat di dalam sehingga terukur.

Baca Juga  Ini Pesan Bupati Simon Saat Menyalurkan Alsintan Untuk Para Petani

“Para siswa-siswi sebenarnya sudah tahu, saya sendiri yang menyampaikan itu. Ini mungkin bagian daripada zonasi karena ada sekolah itu dijadikan zonasi bagi mereka yang memiliki HP Android atau jalur untuk daring itu. Sehingga sekolah dijadikan zonasi”, ungkap Yohanes Klau

Soal Kehadiran anak-anak, dirinya menyebutkan bahwa ada beberapa jumlah anak yang datang itu sebenarnya mereka turut mengambil bagian daripada skema yang dibuat yakni tidak ada tatap muka namun berhubungan dengan secara normatif mereka harus menjalankan itu sesuai dengan skema zonasi.Memang rata-rata di kita Malaka ini daring memang susah karena jaringan.

“Sekali lagi saya tegaskan untuk KBM secara tatap muka sebenarnya sudah tidak ada lagi, akan tetapi karena mereka sudah ada pada posisi zonasi, maka terlihat dari jauhkan, seperti masih ada KBM padahal sekolahnya sepi-sepi saja”, ujar Yohanes.

Baca Juga  Bupati Kupang Lantik 41 Alumni IPDN Jadi Camat dan Lurah, IPDN Beri Apresiasi

Skenarionya itu, lanjutnya, mereka menggunakan sekolah itu untuk beberapa zonasi. Lagi pula gedungnya, ruangannya bahkan tempat duduknya bisa digunakan untuk tempat mereka berkumpul. Tapi untuk KBM secara normatif sudah tidak ada lagi.

“Jadi ketika ada anak-anak kita yang pergi ke sekolah itu artinya mereka sedang menerapkan zonasi skema yang sudah dibuat. Dan oleh karena kita punya banyak sekolah dan kalau zonasinya setiap sekolah 5 peserta didik, maka bisa saja kita melihat dijalan ada banyak anak. Ini yang harus kita paham bersama”, pinta Yohanes.

Terkait kebijakan untuk memberikan bantuan berupa HP Android pada anak-anak kita lihat kembali dari ketersediaan dana jika memungkinkan kita laksanakan. Nah di Dinas Pendidikan ini untuk sementara tahun 2021 inikan belum terprogram betul. Tetapi kita coba nanti bawa ke rapat anggaran kemudian kita sampaikan apabila disetujui maka kita eksekusi.

Juga terkait alat TIK yang lain yang ada di sekolah yang mana dimanfaatkan jika ada ketersediaan internet yang memadai. Kita di Malaka sini masih kurang ketersediaan kuota internet di kecamatan. Maka kita akan mekarkan

Baca Juga  DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang Target Lima Kursi Legislatif Pada Pileg 2024

sehingga ibarat jalan inikan sempit tapi yang mau pakai itukan banyak kendaraan sehingga terjadi yang namanya macet kalau jam beginikan full (11:30 Wita). Begitu juga dengan kuota internet dan sangat tidak mungkin kita buat pelajaran di malam hari.

Terkait hal ini, kata Yohanes, kita tetap berpikir hal-hal seperti ke depannya karena kita tidak tahu kapan Pandemi ini akan berakhir. Ini wabah yang sudah merajalela dari waktu ke waktu. Bahkan dia muncul dengan varian baru lagi.

“Intinya dari sekolah yang tadi dikunjungi itu ada yang sudah menerapkan skema, yang lain baru mulai diskemakan dan saya tetap mengawasi untuk bagaimana pelaksanaannya sudah harus mulai dengan mengikuti kalender pendidikan. Kita akan terus melakukan pengecekan Minggu ke-4 atau minggu ke-3”, pungkas Yohanes. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA