Terkait Meninggalnya Bayi di Puskesmas Seon, ini Penjelasan Kepala Puskesmas

- Editor

Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun,jurnal-NTT.com -Kepala Puskesmas (Kapus) Seon, Giovani Anderson mengatakan, terkait ketiadaan Nakes sampai meninggalnya bayi di puskesmas itu tidak benar.

“Tenaga kesehatan (Nakes) Puskemas Seon bukan tidak melayani pasien balita tersebut tetapi Balita yang sakit diterima oleh tiga Nakes Puskesmas Seon masing-masing dua perawat dan satu bidan”, jelas Kapus Anderson kepada media melalui pesan whatsApp, Minggu, (29/8/2021).

Baca Juga  Bupati Falen Kebo Lounching Beras Eco Enzyme 'Nona Biinmaffo' TTU

Nakes Puskesmas Seon sempat melakukan pelayanan dengan melakukan bantuan Tindakan Hidup Dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu, perawat jaga melaporkan kepada dokter puskesmas via telpon. Namun, tidak tersambung karena dokter sedang dalam perjalanan dari atambua menuju Seon, sehingga perawat melakukan tindakan bantuan hidup dasar, RJP (resusitasi jantung paru) secara maksimal tapi tidak tertolong,” ujar Giovani

Baca Juga  Oknum Inisial AB Diduga Sosok di Balik Proyek Septik Tank Mangkrak di Desa Wederok dan Desa Raimataus

Menurut Giovani balita berumur 3 tahun 2 bulan asal Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur itu, dibawa ke Puskesmas Seon, Jumat (27/8/21) sekitar pukul 08. 30 Wita dalam keadaan henti napas dan jantung sehingga tidak sadarkan diri. Dalam keterangan keluarga yang diterima, Carolus diberi ASI dan mengalami kejang ketika tangan dan kaki terasa dingin.

Nakes Puskesmas Seon melakukan anamnesa dan menemukan balita itu dalam kondisi tubuh diantaranya mata tertutup, mulut terbuka, akral sudah dingin dan nadi tidak dapat teraba.

Baca Juga  Munas II Aspeksindo Digelar di Atas Kapal Perang RI Palaksa Semarang 594

“saat itu dokter tidak berada di tempat karena dalam perjalanan dari Atambua. Tapi, pelayanan dasar, tetap kami lakukan kepada pasien karena tenaga medis kami selalu stand by,”  tutup Giovani.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA