KEFAMENANU, JURNAL NTT – Dalam rangka meningkatkan sektor peternakan di Timor Tengah Utara (TTU), Persatuan Pengusaha dan Peternak Sapi Indonesia (PEPPSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan 5 ekor sapi betina produktif kepada 5 kelompok tani ternak di wilayah TTU.
Kelompok tani ternak penerima bantuan tersebut antara lain Kelompok tani ternak Up’ana Desa Bijeli, Kelompok tani ternak Walkof Timor Fomeni Desa Niola, Kelompok tani ternak Fajar Terbit Desa Niola, Kelompok tani ternak Sinar Saudara Desa Fatuneno serta Kelompok tani ternak Oel Usapi Desa Fatuneno.
Acara penyerahan bantuan yang berlangsung di Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Rabu (7/01/2025), dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Camat Noemuti, dan Ketua Umum PEPPSI NTT, Meidelzed Amtiran, serta masyarakat penerima bantuan hibah sapi betina produktif dari perusahaan anggota PEPPSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Ketua Umum PEPPSI NTT, Meidelzed Amtiran, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bank Sapi yang telah dijalankan PEPPSI selama satu tahun terakhir.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produksi ternak sapi dan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengelola sapi-sapi tersebut secara kolektif dan bergilir.
“Kehadiran PEPPSI mengusulkan 3 program utama yakni Bank Sapi, Bank Pakan dan Bengkel Sapi yang mendukung pemerintah daerah Provinsi maupun Kabupaten dalam mengembangkan produktivitas peternakan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ungkap Meidelzed Amtiran.
Program Bank Sapi dirancang sebagai skema hibah sapi betina produktif dari para pengusaha anggota PEPPSI kepada kelompok mitra peternak.
“Dalam skema pengelolaannya, sapi akan dipelihara oleh anggota kelompok secara bergantian sesuai kesepakatan internal. Apabila sapi telah beranak, maka sapi tersebut akan dialihkan kepada anggota kelompok lain yang belum mendapat giliran sementara itu, sapi yang tidak lagi produktif akan dijual dan hasil penjualannya digunakan untuk membeli sapi betina produktif yang baru, ” tutup Meidelzed Amtiran.
Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PEPPSI dalam menjaga dan meningkatkan populasi sapi di TTU.
“Kalau sapi betina produktif dipelihara dengan baik, maka TTU akan dikenal sebagai daerah dengan populasi sapi yang kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sapi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat TTU.
Bupati menekankan pentingnya menjaga sapi betina produktif agar populasi sapi terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kalau sapi betina produktif dipelihara dengan baik, maka TTU akan dikenal sebagai daerah dengan populasi sapi yang kuat,” ujarnya.
Orang Nomor Satu di TTU ini berharap program Bank Sapi dapat menjadi contoh pengelolaan ternak yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tingkat kelompok.
Pemerintah Kabupaten TTU, kata Bupati, siap mendukung kolaborasi antara PEPPSI, peternak, dan lembaga pendidikan guna memperkuat sektor peternakan daerah.
Melalui sinergi tersebut, Bupati berharap kesejahteraan peternak meningkat seiring dengan terjaganya populasi dan kualitas sapi di Timor Tengah Utara.***






