KEFAMENANU, JURNAL NTT – Ikatan Mahasiswa Pelajar Desa Manusasi (IMAPELMA), Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melakukan penanaman 500 anakan pohon di area longsor di Oelkofin, Desa Manusasi, Sabtu (27/12/2025).
Aksi ini merupakan upaya mitigasi longsor yang beberapa kali terjadi di lokasi tersebut.
Jenis pohon yang ditanam antara lain Bambu, Mahoni, dan Cemara gunung, yang efektif menstabilkan tanah dan mencegah longsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bambu sering dianggap sebagai yang paling efektif untuk menahan tanah di permukaan lereng, sementara pohon mahoni memiliki akar tunggang yang tumbuh kuat lurus ke dalam tanah dengan fungsi menopang tanah secara struktural dan Cocok ditanam di daerah rawan longsor karena kemampuannya menyerap air dalam jumlah besar, yang membantu mengurangi beban tanah akibat kelebihan air , sedangkan Cemara gunung memiliki akar yang kuat yang membantu menstabilkan struktur tanah.
“Penanaman ini sebagai simbol komitmen kami dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana alam,” kata Ketua Tim, Fransiskus Armando Bone.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lahan yang terdampak longsor beberapa waktu lalu. Penanaman pohon ini diharapkan dapat mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Arman menambahkan, penanaman pohon ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah bencana alam.
“Kami berharap aksi ini dapat diikuti oleh masyarakat lainnya dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mitigasi bencana,” katanya.
Dengan penanaman 500 pohon ini, Ikatan Mahasiswa Pelajar Desa Manusasi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi bencana, menjaga lingkungan dan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat pada umumnya.***






