KEFAMENANU, JURNALNTT – Warga Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean SPBU. Setelah sempat lancar selama tiga pekan, pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di tiga SPBU di Kefamenanu kembali terjadi sejak awal pekan ini.
Fenomena berulangnya kelangkaan BBM bersubsidi ini langsung memicu kekesalan warga. Hak masyarakat untuk mendapatkan BBM bersubsidi kembali terganggu tanpa kejelasan.
Sumber di lapangan menduga, memburuknya kondisi ini dipicu pengurangan kuota pengiriman dari Depo Pertamina ke tiga SPBU yang ada di Kota Kefamenanu. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sistemnya tidak pernah stabil. Lancar hanya tiga minggu, setelah itu susah lagi. Kami duga ada yang sengaja bermain untuk cari untung, padahal ini hak rakyat,” keluh Marselinus Elu, warga Kefamenanu, Kamis (8/10/2026).
Marselinus mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk tidak tutup mata dan segera mengusut dugaan permainan distribusi BBM tersebut.
Dugaan adanya permainan kotor juga diungkapkan warga lain, Juven. la menyebut pola kelangkaan ini selalu berulang dengan skenario yang sama: membaik saat disorot media, lalu kembali langka.
“Ini sudah jadi rahasia umum. Kemarin normal karena disorot, sekarang antrean panjang lagi. Pasti ada tangan-tangan tertentu yang ambil keuntungan di balik kelangkaan ini,” ujarnya.
Menurut Juven, dampak kelangkaan ini tidak main-main. Sektor vital lumpuh dan roda perekonomian masyarakat TTU ikut melambat.
la pun mendesak DPRD TTU, Pemda TTU, dan Polres TTU segera turun tangan. Pertamina juga diminta terbuka dan mengevaluasi total kinerja Depo Pertamina serta manajemen SPBU di Kefamenanu.
Penulis : Mario
Editor : Maryo Usboko
Sumber Berita: JurnalNTT






