KEFAMENANU, JURNALNTT – Di usia ke-81 kemerdekaan Indonesia, warga Dusun Oelamuke, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT masih menanti kehadiran Negara. Setiap malam mereka hidup dalam gelap.
Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Mutis (IMAPELTIS) Kefamenanu, Emanuel Kefi, dalam rilis yang diterima, Minggu (23/8/2026).
” Bagi sebagian orang listrik cukup dengan menekan sakelar. Bagi warga Oelamuke, cahaya listrik hingga kini masih sebatas penantian tanpa kepastian, ” ujar Emanuel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Emanuel, Wilayah Oelamuke sebenarnya sudah pernah disurvei terkait kebutuhan listrik. Namun setelah survei dilakukan, warga belum menerima jawaban mengenai hasil, rencana, maupun jadwal realisasi.
“Pemerintah dan pihak terkait tidak boleh membiarkan penantian masyarakat berhenti hanya pada survei dan dokumen perencanaan. Jika sudah disurvei, apa hasilnya? Jika sudah masuk dalam perencanaan, kapan direalisasikan? Dan jika ada kendala, mengapa masyarakat belum mendapatkan penjelasan secara terbuka?” katanya.
IMAPELTIS Kefamenanu menyoroti Pemerintah Desa Tasinifu, Pemerintah Kecamatan Mutis, Pemerintah Kabupaten TTU, serta PLN agar segera memberikan kejelasan mengenai status dan tindak lanjut pembangunan listrik di Oelamuke.
Bagi organisasi itu, pembangunan bukan sekadar angka dan laporan. Pembangunan diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Listrik bukan kemewahan. Cahaya bukan hadiah. Listrik adalah kebutuhan masyarakat,” tegas Emanuel.
Ia menambahkan, momentum 81 tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi pengingat agar kemerdekaan benar-benar dirasakan sampai ke pelosok.
“Malam terus berganti malam. Tahun terus berganti tahun. Masyarakat Oelamuke masih menunggu cahaya. Mereka tidak meminta yang berlebihan. Mereka hanya ingin merasakan terang di rumah sendiri,” ujarnya.
Pertanyaan yang kini mengemuka sederhana namun mendesak: sampai kapan masyarakat Oelamuke harus menunggu?
IMAPELTIS Kefamenanu menyatakan akan terus mengawal persoalan ini secara kritis dengan mengedepankan data, kepentingan masyarakat, dan keadilan dalam pembangunan***.
Penulis : Mario
Editor : Maryo Usboko
Sumber Berita: JurnalNTT






