KEFAMENANU, JURNAL NTT – Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elu, secara resmi melepas peserta Napak Tilas dari Desa Noetoko Kecamatan Miomaffo Barat menuju Kota Kefamenanu, dalam rangka Perayaan HUT Kota Kefamenanu ke-103 Tahun, Minggu (21/9/2025).
Hadir pada kesempatan ini, Sekda TTU, Fransiskus Bait Fay, Kadis Kominfotik Kristoforus Ukat, Plt Kadis Pertanian Charles Malelak, Kasdim TTU, Camat Miomafo Barat, Kapolsek Miomafo Barat dan Aloysius Kono selaku Raja Oenunu Kono ke IV di Sonaf Miomafo dan tokoh masyarakat setempat (SK).
Acara tersebut dikemas secara adat sebagai tanda penghormatan kepada para tokoh adat Noetoko sebagai pejuang melawan penjajah saat itu untuk meletakkan dasar cikal bakal berdirinya ibu kota kabupaten Timor Tengah Utara yang diperingati setiap tahun saat merayakan HUT Kota Kefamenanu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut wakil Bupati Kamilus, lahirnya Kota Kefamenanu melewati proses panjang dan melelahkan sehingga generasi muda TTU, perlu mengetahui sejarah panjang tersebut.
“Napak Tilas ini penting dalam peringatan HUT ke 103 Kota Kefamenanu yang kita semua rayakan setiap tahun. Bahkan kita bisa mengklaim bahwa acara ini paling penting karena melalui tapak-tapak para pendahulu yang melewati banyak rintangan maka lahirlah Kota Kefamenanu sebagai ibu kota kabupaten TTU”, ujar Kamilus.
Orang Nomor 2 di TTU itu juga berpesan agar melalui Napak Tilas maka rasa kecintaan terhadap Kota Kefamenanu semakin kuat dan timbul motivasi bagi semua pihak untuk berpartisipasi menjaga dan membangun TTU tercinta.
” melalui perayaan HUT ke 103 Kota saya mengundang semua masyarakat dan Pemda TTU untuk terus bangkit dan maju menuju kehidupan yang lebih baik terlebih merubah Kota Kefamenanu menjadi kota yang bersih, agamis, damai, aman dan tentram”, harapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, Beato Yosef FR. Oemenu, menyampaikan bahwa kegiatan Napak Tilas selain menapaki jejak sejarah, kegiatan tersebut juga menjadi olahraga yang dilombakan untuk memeriahkan HUT ke-103 Kota Kefamenanu. Karena itu, para peserta akan bersaing untuk memperebutkan sejumlah hadiah berupa piala tetap, piala bergilir uang dan hadiahnya lainnya”, ujar Yosef.
Yosef mengatakan bahwa peserta Napak Tilas tahun 2025 sebanyak 40 tim dan per timnya 5 orang, sehingga total peserta mencapai 200 orang termasuk official. Tentunya semua hadiah yang disediakan hanya stimulan kecil untuk memicu semangat, daya juang, keberanian dan optimisme kita.
“Kegiatan Napak Tilas ini dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisata baik wisata alam, budaya dan wisata religi di Kabupaten Timor Tengah Utara. Pemda TTU, yakin bahwa kegiatan Napak Tilas potensinya besar untuk mendatangkan dampak positif bagi pengembangan kebudayaan dan pariwisata. Karena dampaknya adalah meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat TTU”, kata Yosef.***






