Tanggal 20 Februari 2024, Masyarakat Desa Nanin, Alala dan Nanebot Dapat Bantuan Beras Gratis

- Editor

Minggu, 11 Februari 2024 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun,jurnal-NTT.com – Tanggal 20 Februari 2024 yang akan datang, masyarakat tiga desa di Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka yakni Desa Nanin, Desa Alala dan Desa NanebotĀ  mendapat bantuan beras gratis dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka.

Kepastian mengenai bantuan beras gratis ini disampaikan Plt.Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka, Edu Bere Atok kepada media ini, Rabu (07/02/2024) usai gelar operasi beras murah di Desa Nanin.

Edu menjelaskan, pembagian beras gratis dan operasi pasar beras murah kepada masyarakat tersebut merupakan instruksi Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH.MH untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami rawan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Edu, bantuan beras gratis itu merupakan bantuan rawan pangan yang akan dibagikan kepada penerima manfaat di Desa Alala, Desa Nanin dan Desa Nanebot.

Baca Juga  Advertorial : Pemkab Kupang Lakukan Mitigasi untuk Pencegahan dan Penanganan Bencana

Menurutnya, tahun 2024 ini, Kabupaten Malaka mendapatkan quota beras gratis sebanyak 27 ton untuk 9000 masyarakat penerima manfaat.

Beras gratis tersebut akan terlebih dahulu dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat di Desa Nanin, Desa Alala dan Desa Nanebot pada tanggal 20 Februari 2024 yang akan datang.

Edu mengatakan, beras gratis tersebut akan dibagikan dalam dua tahap untuk setiap kepala keluarga (KK) penerima manfaat.

Setiap kepala keluarga akan menerima 60 kilo gram beras untuk dua tahap.

“Per KK (kepala keluarga). Jadi satu tahap itu tiga bulan. Tahap pertama penerima manfaat akan terima 30 kilo gram beras. Dan tahap kedua akan terima 30 kilo gram sampai bulan Juni”, ujarnya.

Baca Juga  Pegiat Anti Korupsi Desak Bupati TTU Jelaskan ke Publik Terkait Dugaan Lindungi Terpidana Korupsi

Saat ini lanjutnya, masih dilakukan verifikasi data penerima. Setelah selesai verifikasi data maka akan diinformasikan kepada camat untuk dilakukan pembagian beras gratis tersebut.

Verifikasi data tersebut menurutnya perlu dilakukan agar data penerima benar-benar valid.

“Saat ini masih dilakukan verifikasi data di tingkat desa. Perlu verifikasi karena misalnya ada yang sudah meninggal. Setelah data ini beres maka selesai Pemilu kita lakukan pendropingan. Tergantung data. Kalau data cepat maka beras akan cepat dibagikan. Setelah data ini final maka pasti kita akan kirim surat untuk camat”, ujarnya.

Selain beras gratis, menurut Edu, operasi pasar beras murah akan tetap dilaksanakan untuk menekan angka inflasi (kenaikan harga barang).

Ia mengatakan, khusus untuk Desa Nanebot, pihaknya akan menyediakan beras murah sebanyak dua ton untuk membantu masyarakat terdampak rawan pangan.

Baca Juga  Kabag Umum Setda Kabupaten Kupang, John Sula Diperiksa Tipikor Polres Kupang

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Malaka, Manfred Yohanes Laak mengatakan, kegiatan gerakan pangan murah di Desa Nanin tersebut dilakukan dilakukan oleh Perum Bulog untuk menjawab keluhan masyarakat terkait lonjakkan harga beras saat ini.

Manfred mengatakan, melalui kegiatan gerakan pangan murah itu Perum Bulog menjual beras Standar Pasokan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp 11.500 per kilo gram.

Penjualan beras SPHP dengan harga murah itu diharapkan dapat membantu masyarakat yang sedang terdampak rawan pangan.

Kegiatan gerakan pangan murah itu lanjutnya, akan dilakukan juga di kecamatan lain di Kabupaten Malaka.

“Gerakan pangan murah itu akan terus dilakukan sampai bulan Juni 2024”, pungkasnya. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 374 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru