Jon Jon Jet, Petinju Indonesia Asal Malaka Kalahkan Petinju Thailand

- Editor

Jumat, 8 Juli 2022 - 22:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jon Jon Jet usai menang unanonimous decision atas petinju Thailand, Eaim Surat Ong dalam pertandingan enam ronde kelas bantam super di Max Muaythai, Pattaya, Thailand, Jumat (08/07/2022).

Jon Jon Jet usai menang unanonimous decision atas petinju Thailand, Eaim Surat Ong dalam pertandingan enam ronde kelas bantam super di Max Muaythai, Pattaya, Thailand, Jumat (08/07/2022).

Kupang, jurnal-NTT.com – Jon Jon Jet, petinju Indonesia asal Aidois, Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berhasil mengalahkan petinju asal Thailand, Eaim Surat Ong dalam pertandingan enam ronde kelas bantam super di Max Muaythai, Pattaya, Thailand, Jumat (08/07/2022).

Jon Jon Jet yang bernama asli Yohanes Mau Fatin dari sasana tinju XBC Boxing Camp BSD Tangerang tampil dalam partai tambahan dengan partai utama perebutan gelar WBC Asian Boxing Council Continental kelas ringan antara Hebi Marapu melawan Pipat Chaiporn.

Baca Juga  Sekda NTT Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Dalam pertandingan yang berlangsung enam ronde itu, Jon Jon Jet berhasil menang unanonimous decision atas Eaim Surat Ong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang diperoleh media ini, pertandingan antara Jon dan Eaim berlangsung sengit. Ketika ronde pertama baru dimulai, Eaim Surat Ong harus mendapat hitungan dari wasit. Satu pukulan uppercut dari John berhasil menjatuhkan Eaim.

Baca Juga  Kijang VS Sepeda Motor Beat, Tiga Orang Sekarat

Pertandingan dilanjutkan hingga ronde ke enam selesai dan Jon berhasil menang
unanonimous decision atas Eaim Surat Ong.

Dalam sesi wawancara usai kemenangannya, Jon yang pernah bekerja sebagai loper koran di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, mengucapkan terima kasih kepada pelatih, manajer dan kepada ibundanya Angela Kauk di Aidois, Desa Nanebot.(epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru