Inovasi Budidaya Padi, Komitmen Universitas Brawijaya Berdayakan Petani di Nagekeo Melalui Program PDP

- Editor

Sabtu, 6 Juli 2024 - 18:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. mengecek kondisi lahan dan penanaman padi serta mendampingi dalam persiapan pemupukan

Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. mengecek kondisi lahan dan penanaman padi serta mendampingi dalam persiapan pemupukan

Mbay, jurnal-NTT.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi Perguruan Tinggi dengan komersialisasi mitra melalui Platform Kedaireka dengan Program Dana Padanan (PDP).

Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. merupakan salah satu insan perguruan tinggi dari Universitas Brawijaya yang berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) serta Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT dalam memberdayakan petani padi.

Petani di Nagekeo didampingi dalam budidaya padi menggunakan inovasi yang dimiliki oleh tim dari universitas Brawijaya. Kegiatan pendampingan ini dilakukan mulai tanggal 20 Juni 2024 – 25 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendampingan budidaya padi dilakukan di 20 hektar sawah petani yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Nagekeo. Pendampingan ini bertujuan dalam meningkatkan produksi padi di Nagekeo yang awalnya hanya 4 ton/ha, menjadi standar produksi padi nasional sebesar 5,5 ton/ha.

Baca Juga  Sempat Mangkrak, Pekerjaan Gedung DPRD Malaka Mulai Dilanjutkan Kembali

Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. sebagai ketua program PDP Universitas Brawijaya meyakini bahwa teknis budidaya adalah ujung tombak produksi padi. Budidaya yang tepat dan dilakukan petani memiliki peran dalam terwujudnya produksi yang ditargetkan.

“Budidaya yang tepat adalah budidaya yang efektif dan efisien, dengan mempertimbangkan faktor internal maupun eksternal. Nagekeo memiliki potensi daam produksi padi, maka harus didampingi bagaimana dalam mewujudkan hal tersebut. Kelengkapan sarana prasarana dan kelembagaan yang solid sangat berkontribusi,” kata Agus.

“Inovasi dalam budidaya padi yang kami coba terapkan memang lebih detail dan belum pernah diterapkan disini, namun kami yakin target produksi bisa dicapai apabila semua elemen mampu berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan Nagekeo produksi padi 5,5 ton/ha. Kami civitas akademika juga tidak bekerja sendiri, namun melibatkan konsorsium dengan Universitas Nusa Cendana Kupang dalam pelaksanaan program PDP serta mahasiswa program merdeka belajar kampus Merdeka (MBKM) yang menjadi pendamping lapang di Nagekeo.” papar Agus.

Baca Juga  Bupati Malaka Apresiasi Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

Inovasi yang diterapkan adalah penggunaan sistem jajar legowo pada padi, dimana sistem tanam ini dilakukan untuk memaksimalkan jumlah tanaman dengan merekayasa jarak tanam sehingga akan memperbanyak cahaya matahari yang masuk ke setiap rumpun tanaman padi.

Selain itu inovasi lain seperti mulsa juga diterapkan dalam budidaya guna mengurangi kehilangan air akibat suhu tinggi. Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. dan tim juga menggandeng tenaga ahli dalam pelaksanaan pendampingan,

“Saat ini 14 hektar, tanaman padi sudah tertanam dan masuk dalam waktu pemupukan. Pemupukan pun juga dihitung secara efisien sehingga tidak berlebihan dan menjadi residu dalam tanah. 6 hektar sawah yang lan saat ini baru selesai tanam, sehingga 3 bulan ke depan kita akan melihat hasil dari inovasi yang kita terapkan. Penyuluh pertanian dan tim dari Bapedda terus mengawal jalannya budidaya, sehingga semua aspek terpenuhi dengan baik”, jelas Agus.

Baca Juga  Akhirnya Pulang Kampung Wemasa-Malaka, Trivona TKW Yang Nyasar Di Aceh

Prof. Dr. Ir. Agus Suryanto, MS. dan tim juga melakukan monitoring kegiatan baik di lapang maupun administrasi sesuai dengan tanggung jawab kepada negara. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan pandangan untuk pencegahan preventif apabila diharuskan. Pada akhirnya inovasi yang dilakukan diharapkan berdampak pada petani lain di Nagekeo, sehingga semua petani dapat berdaya sesuai dengan harapan seluruh tim baik dari insan perguruan tinggi, mitra serta Kementerian.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix
Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu
Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA