Bantuan HP Android Kepada Siswa Tergantung Ketersediaan Anggaran

- Editor

Rabu, 4 Agustus 2021 - 11:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun,jurnal-NTT.com -Terkait kebijakan untuk memberikan bantuan berupa HP Android pada anak-anak kita lihat kembali dari ketersediaan dana jika memungkinkan kita eksekusi”, ungkap Plt Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Yohanes Klau yang didampingi oleh PLT Kabid Digdas dan koordinator pengawas SD SMP melakukan kunjungan ke 6 sekolah di Kabupaten Malaka yakni; SDN Harekakae, SMAN Harekakae, SDK betun 1, SDK betun 2, SMPK sabar subur, dan SMK swasta wilibrodus, Rabu (4/8/2021).

Nah di Dinas Pendidikan ini untuk sementara tahun 2021 inikan belum terprogram betul. Tetapi kita coba nanti bawa ke rapat anggaran kemudian kita sampaikan apabila disetujui maka kita eksekusi.

Juga terkait alat TIK yang lain yang ada di Sekolah yang mana dimanfaatkan jika ada ketersediaan internet yang memadai. Kita di Malaka sini masih kurang ketersediaan kuota internet di kecamatan. Maka kita akan mekarkan
sehingga ibarat jalan inikan sempit tapi yang mau pakai itukan banyak kendaraan sehingga terjadi yang namanya macet kalau jam beginikan full (11:30 Wita). Begitu juga dengan kuota internet dan sangat tidak mungkin kita buat pelajaran di malam hari.

Terkait hal ini, kata Yohanes, kita tetap berpikir hal-hal seperti ke depannya karena kita tidak tahu kapan Pandemi ini akan berakhir. Ini wabah yang sudah merajalela dari waktu ke waktu. Bahkan muncul dengan varian baru lagi, maka baik penambahan kuota atau bantuan Hp Android menjadi PR yang mesti dituntaskan.

Soal sidak ia ke-6 Sekolah, Yohanes Klau menjelaskan bahwa kunjungan itu dilakukan guna melihat langsung pelaksanaan kegiatan KBM secara daring sesuai zonasi lalu mengecek Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dibagikan pada jumlah anak-anak yang terbatas dan terutama ingin membuktikan bahwa guru tidak libur.

“Saya mengecek langsung apa betul guru-guru serta tenaga pendidikan masuk sekolah sesuai jadwal dan juga kepala sekolahnya ada di sekolah atau tidak. Ini dilakukan agar anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi covid-19”, Ungkap Yohanes.

Baca Juga  Acara Pembukaan Munas Aspeksindo Digelar di Atas KRI Palaksa Semarang 594

Terkait hal tersebut, sambung Yohanes Klau, saya sudah memberi instruksi bahwa setiap hari kerja sesuai kalender pendidikan, kepala sekolah, guru dengan tenaga kependidikan harus hadir di sekolah dan menandatangani daftar hadir sesuai jadwal dengan materi daftar hadir guru dengan peserta didik. Agar bisa mengetahui jumlah yang terlibat di dalam sehingga terukur.

“Para siswa-siswi sebenarnya sudah tahu, saya sendiri yang menyampaikan itu. Ini mungkin bagian daripada zonasi karena ada sekolah itu dijadikan zonasi bagi mereka yang memiliki HP Android atau jalur untuk daring itu. Sehingga sekolah dijadikan zonasi”, ungkap Yohanes Klau

Soal Kehadiran anak-anak, dirinya menyebutkan bahwa ada beberapa jumlah anak yang datang itu sebenarnya mereka turut mengambil bagian daripada skema yang dibuat yakni tidak ada tatap muka namun berhubungan dengan secara normatif mereka harus menjalankan itu sesuai dengan skema zonasi.

Baca Juga  STIKUM Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.MH Terakreditasi B

Memang rata-rata kita di Malaka ini daring memang susah karena jaringan.

“Sekali lagi saya tegaskan untuk KBM secara tatap muka sebenarnya sudah tidak ada lagi, akan tetapi karena mereka sudah ada pada posisi zonasi, maka terlihat dari jauhkan, seperti masih ada KBM padahal sekolahnya sepi-sepi saja”, ujar Yohanes.

Skenarionya itu, lanjutnya, mereka menggunakan sekolah itu untuk beberapa zonasi. Lagi pula gedungnya, ruangannya bahkan tempat duduknya bisa digunakan untuk tempat mereka berkumpul. Tapi untuk KBM secara normatif sudah tidak ada lagi.

“Jadi ketika ada anak-anak kita yang pergi ke sekolah itu artinya mereka sedang menerapkan zonasi skema yang sudah dibuat. Dan oleh karena kita punya banyak sekolah dan kalau zonasinya setiap sekolah 5 peserta didik, maka bisa saja kita melihat dijalan ada banyak anak. Ini yang harus kita pahami bersama”, pinta Yohanes.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix
Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu
Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA