Anggota DPRD Desak Pemkab Sikapi Kanaikan Harga Beras, Ini Jawaban Bupati Kupang

- Editor

Sabtu, 30 September 2023 - 19:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi,jurnal-NTT.com – Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Gerindra, Yosef Lede, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk segera menyikapi kenaikan harga beras di Kabupaten Kupang dengan melakukan operasi pasar beras.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede kepada media ini Jumat (29/09/2023).

Menurutnya, kenaikan harga beras di Kabupaten Kupang cukup menyulitkan masyarakat kecil. Karena itu pemerintah harus segera mengambil kebijakan jangka pendek dengan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menggelar operasi pasar beras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, selain kebijakan jangka pendek seperti menggelar operasi pasar beras, Pemkab Kupang juga diminta agar lebih serius menggenjot pembangunan di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Pemkab Kupang menurut Yosef Lede, perlu meningkatkan ketahanan pangan dengan membangun embung, sumur bor serta saluran irigasi secara masif untuk mendorong peningkatan produksi pangan, termasuk beras.

Baca Juga  Kepala BKD Akui Kinerja Bupati dan Wabup Malaka

Menanggapi permintaan Yosef Lede tersebut, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengatakan, dalam waktu dekat ini, Pemkab Kupang akan menggelar operasi pasar beras. Rencana gelar operasi pasar beras itu sudah dibicarakan dengan pihak Perum Bulog.

“Jadi kita sudah pertemuan dengan Perum Bulog untuk operasi pasar. Solusinya adalah operasi pasar”, jelas Korinus.

Menurutnya, sesuai hasil pertemuan, Perum Bulog akan menyiapkan beras murah untuk operasi pasar beras dengan harga Rp.11.500 per kilo gram.

“Stok untuk penanganan operasi pasar sudah siap. Nanti beras yang keluar dari Bulog itu Rp.11.500 per kilo gram untuk operasi pasar. Kita sudah pertemuan habis”, jelasnya.

Korinus mengaku sudah menginstruksikan kepada Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Mesakh Elfeto agar segera menyusun jadwal operasi pasar beras sesuai dengan hasil studi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Lantik Emanuel Jadi Penjabat Kades, Bupati Simon: Selalu Rendah Hati Dan Layani Dengan Hati.

Bupati Korinus juga mengisahkan, beberapa waktu lalu, Pemkab Kupang pernah melakukan operasi pasar beras di beberapa lokasi tertentu. Namun saat itu, beras Bulog yang dijual hanya 5 karung yang dibeli masyarakat.

“Bayangkan waktu itu operasi pasar di pasar Oesao, yang mana harga beras di pasar lebih tinggi tapi orang hanya beli beras Bulog lima karung. Nah ini yang susah”, ujar Korinus dengan nada guyon.

Agar kejadian serupa tidak terulang maka menurutnya, Pemkab Kupang akan melakukan studi lapangan terlebih dahulu agar beras yang dijual dalam operasi pasar tersebut bisa dibeli masyarakat.

Ia juga menjelaskan, beberapa waktu lalu, Pemkab Kupang melalui PT Pos telah menyalurkan beras sebanyak 3000 ton untuk keluarga miskin di Kabupaten Kupang.

Baca Juga  Bertemu Kadis PU Provinsi, Bupati Malaka Ingin Kerjasama Dinas PU Untuk Percepatan Pembangunan Malaka

Bupati Korinus menduga penyebab kenaikan harga beras ini adalah adanya isu negatif bahwa telah terjadi kekeringan. Padahal menurutnya bukan kekeringan yang terjadi namun musim panen yang telah berlalu.

“Tetapi diisukan kekeringan, musim panen yang lalu malah hilang. Jadi sebenarnya bukan kekurangan produksi karena musim panas namun karena isu kekeringan muncul bersamaan bukan musim panen tetapi harga beras naik”, jelasnya.

Ia mengatakan, isu kekeringan ini menimbulkan persepsi pasar bahwa akan terjadi rawan pangan. Akibatnya banyak mafia beras mulai menimbun beras sehingga menyebabkan beras langka yang berakibat pada kenaikan harga beras. (epy)

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru