Tim MF UB dan Undana Lakukan Pendampingan Diversifikasi Produk Olahan Pisang Bagi Warga Transmigran di Malaka

- Editor

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 10:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim MF Universitas Brawijaya dan Undana sedang melakukan demo pengolahan pisang. Terlihat warga transmigran di Kabupaten Malaka antusias mengikuti kegiatan. Foto: tim MF.

Tim MF Universitas Brawijaya dan Undana sedang melakukan demo pengolahan pisang. Terlihat warga transmigran di Kabupaten Malaka antusias mengikuti kegiatan. Foto: tim MF.

Malaka, jurnal-NTT.com – Tim Matching Fund 2023 dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan kegiatan pendampingan Diversifikasi Produk Olahan Pisang bagi warga transmigran di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan pendampingan Diversifikasi produk olahan pisang bagi warga Malaka tersebut merupakan salah satu program MF 2023, hasil kerja sama Universitas Brawijaya dengan Universitas Nusa Cendana, dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Malaka.

Kegiatan yang terlaksana sejak Juli hingga Agustus 2023 ini terintegrasi dengan serangkaian kegiatan MF 2023 yang lain yaitu pendampingan proses produksi olahan pisang.

Program ini juga diikuti oleh mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) kolaborasi antara mahasiswa Universitas Brawijaya dengan Universitas Nusa Cendana

Dalam program ini akan dilakukan delapan jenis pendampingan, yaitu Pendampingan budidaya dan penangkaran jagung dan kacang hijau, Transfer teknologi irigasi, Pendampingan proses produksi olahan pisang, Pendampingan proses produksi jagung hibrida dan kacang hijau, Pendampingan proses produksi diversifikasi kelapa, Pendampingan proses produksi olahan pakan ternak, pendampingan penjernihan air, dan pendampingan manajemen kelembagaan usaha.

Tujuan dari kegiatan Pendampingan Proses Produksi Olahan Pisang oleh Universitas Brawijaya dan Undana di Kabupaten Malaka melalui program Matching Fund 2023 ini adalah sebagai Upaya untuk diversifikasi olahan pisang, dimana pisang merupakan salah satu komoditi perkebunan yang potensial di Kabupaten Malaka. Namun pengolahannya masih sangat minim.

Baca Juga  Gagal Sidang LKPj, Anton Natun Minta Golkar Copot Ketua DPRD Kabupaten Kupang

Sehingga dengan adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari pisang dan meningkatkan perekonomian Masyarakat, khususnya di wilayah UPT Uluklubuk, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Hal ini diupayakan dengan mengadakan program pendampingan secara berkelanjutan hingga Masyarakat mampu memproduksi olahan pisang secara mandiri.

Sebanyak 150 peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut. Peserta yang hadir yakni Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se Kabupaten Malaka, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, serta mitra utama dari program Matching Fund ini yaitu Masyarakat Transmigran yang dinaungi oleh Kelompok Wanita Tani serta Masyarakat sekitar.

Baca Juga  Sekwan Sebut Dua Nama Terkait Raibnya Televisi dan Komputer di Kantor DPRD Kabupaten Kupang

Peserta yang hadir menyambut dengan sangat baik pendampingan ini. Hal dapat terlihat dari respon partisipan yang sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan materi serta aktif dalam melakukan praktik pembuatan produk secara mandiri.

Harapan dari program ini adalah dapat tercapai kemandirian ekonomi salah satunya dalam diversifikasi komoditi perkebunan, yaitu olahan pisang bagi mitra program MF 2023, yaitu Masyarakat Transmigran di UPT Uluklubuk karena program pendampingan ini berkelanjutan hingga mitra mampu untuk memproduksi dan memasarkan secara luas. (**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA