Banyak Oknum Pejabat di Kabupaten Kupang Dinilai Bergaya Hidup Hedon

- Editor

Selasa, 25 Juli 2023 - 15:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun, ST..

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun, ST..

Oelamasi,jurnal-NTT.com – Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Anton Natun dari fraksi Partai Hanura menilai banyak oknum pejabat di Kabupaten Kupang bergaya hidup hedon di tengah kemiskinan ekstrim yang mendera masyarakat Kabupaten Kupang. Pernyataan Anton ini merujuk pada beberapa oknum pejabat yang saat ini menguasai kendaraan dinas lebih dari tiga bahkan empat unit sekaligus.

Kepada media ini, Minggu (23/07/2023), Anton mengatakan, seharusnya setiap pejabat memiliki sense of crisis terhadap penderitaan rakyat dengan melakukan efisiensi anggaran, termasuk tidak menggunakan kendaraan dinas lebih dari satu unit.

Ia mencontohkan, Kabag Umum Setda Kabupaten Kupang, John Sula yang menggunakan empat unit kendaraan dinas. Menurutnya, pejabat yang menguasai dan menggunakan kendaraan dinas lebih dari satu unit tersebut menunjukkan bahwa pejabat tersebut tidak memiliki sense of crisis terhadap masyarakat yang saat ini sedang dilanda kemiskinan ekstrim.

“Banyak oknum pimpinan OPD di Kabupaten Kupang yang bergaya hidup hedon. Ada yang menggunakan kendaraan dinas sampai empat unit. Contohnya Kabag Umum Setda Kabupaten Kupang yang pakai kendaraan dinas sampai empat unit. Ini salah satu contoh bahwa ada pejabat yang tidak memiliki sense of crisis terhadap kondisi kemiskinan ekstrim yang saat ini dialami masyarakat Kabupaten Kupang”, jelas Anton.

Anton meminta Bupati Kupang, melalui Plt.Sekda Kabupaten Kupang, Rima Salean agar segera menarik kembali kendaraan dinas dari oknum pejabat yang menguasai kendaraan dinas lebih dari satu unit agar bisa dipergunakan oleh pejabat lain yang belum memiliki kendaraan.

Selain itu, Anton mengatakan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kupang mencapai 80.020 orang atau urutan ketiga termiskin setelah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang menempati urutan pertama dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) di urutan kedua termiskin di Provinsi NTT.

Baca Juga  Bupati Kupang Minta Pemuda Sulamu Manfaatkan Potensi Dukung Program 5P

Kondisi kemiskinan ekstrim di Kabupaten Kupang ini, menurut Anton, jelas menunjukkan bahwa kepemimpinan Bupati Kupang, Korinus Masneno gagal total selama lima tahun.

Menurut Anton, kegagalan program Revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata) yang menjadi program prioritas Bupati Korinus menjadi faktor utama penyebab kemiskinan ekstrim di Kabupaten Kupang.

Karena itu, ia meminta para pejabat di Kabupaten Kupang agar memiliki sense of crisis terhadap kemiskinan ekstrim yang sedang melanda masyarakat Kabupaten Kupang dengan cara tidak bergaya hidup hedon.

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Kupang ini juga menyoroti kinerja pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kupang dalam merealisasikan program 5P di Kabupaten Kupang.

Baca Juga  Plt.Kajari TTU Bungkam Soal "Orang Kuat" yang Melindungi Willy Sonbay

Kegagalan program 5P yang dicanangkan Bupati Korinus tersebut menurutnya, tidak terlepas dari buruknya kinerja OPD terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang dan beberapa dinas terkait gagal mengeksekusi program 5P.

Padahal menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategi dalam memajukan perkonomian daerah maupun perekonomian nasional. Sektor pertanian merupakan penyedia bahan pangan bagi masyarakat. Sektor pertanian juga merupakan instrumen utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja, serta sumber pendapatan masyarakat kecil.

“Kalau sektor pertanian baik maka dengan sendirinya sektor lainnya juga akan baik. Kalau pertanian baik maka otomatis pendidikan baik, kesehatan baik, ekonomi maju dan masyarakat sejahtera. Kalau Program 5P sukses tidak mungkin Kabupaten Kupang juara tiga termiskin di Provinsi NTT”, ungkap Anton. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix
Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu
Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:25 WITA

Peningkatan Jalan Kota Kefamenanu Kebut Progres, Tiga Ruas Telah Rampung Di – Hotmix

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Kejari TTU Tegaskan Surat Soal Dana Bos yang Catut Nama Kajari Adalah Palsu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA