Pemkab Kupang Dinilai Anggap Remeh Virus Covid-19

- Editor

Rabu, 1 April 2020 - 07:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OELAMASI,JurnalNTT.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang dinilai tidak peka dan cenderung menganggap remeh pencegahan dan penanganan virus covid-19.
“Terkait virus covid-19 ini jangan anggap remeh. Ketika Pemkab Kupang hanya menganggarkan Rp,1,5 miliar untuk pencegahan virus covid-19 ini terksesan anggap remeh”.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun, ST.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Anton Natun kepada media ini, melalui sambungan telepon, Selasa, (31/3/2020).
Anton mengatakan, ketidakseriusan Pemkab Kupang tersebut, bisa dilihat dari sedikitnya anggaran yang digelontorkan untuk pencegahan dan penanganan virus covid-19.
Pemkab Kupang, lanjut Anton, hanya mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Kupang.
Penetapan anggaran Rp 1,5 miliar tersebut dinilainya sebagai kebijakan yang tidak masuk akal. Sebab Kabupaten Kupang terdiri dari 24 kecamatan dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
Menurutnya, imbauan Pemerintah Pusat agar Pemerintah Daerah merealokasi APBD untuk pencegahan dan penanganan covid-19 tidak dihiraukan Pemkab Kupang.
Anton mendesak Pemkab Kupang agar segera merevisi anggaran Rp 1,5 miliar yang telah ditetapkan menjadi minimal Rp 10 miliar atau maksimal Rp 20 miliar untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Kupang.
Menurut politisi Hanura ini, Pemkab Kupang bisa merasionalisasi anggaran dari pos belanja perjalanan dinas Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, para pimpinan OPD serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kupang untuk menambah anggaran pencegahan dan penanganan covid-19.
“Kemungkinan besar anggaran perjalan dinas tidak bisa dipakai sampai akhir tahun. Karena pejabat sudah dilarang ke luar daerah. Lalu untuk apa anggaran perjalanan dinas itu disimpan? Seharusnya sudah bisa digunakan untuk pencegahan dan penangan covid-19”, tegasnya.
Ia membandingkan kebijakan Pemkab Kupang dengan Pemkab Belu dan Pemkab Malaka yang masing-masing mengalokasikan Rp 16 miliar untuk pencegahan dan penanganan covid-19. Padahal Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka masing-masing hanya memiliki 12 kecamatan.
Kebijakan alokasi tambahan anggaran pencegahan dan penanganan covid-19, Pemkab Kupang tak perlu melakukan sidang dengan pimpinan dan anggota DPRD. Bupati Kupang, Korinus Masneno bisa langsung mengambil keputusan.
“Dalam situasi seperti ini maka tak perlu sidang dengan DPRD. Alokasi saja anggaran dan nanti akan digeser pada saat sidang perubahan anggaran. Jangan tungu sampai jatuh korban. Nanti terlambat”, pungkas mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini. (epy)

Facebook Comments Box
Baca Juga  The True and Tried Way for Hot Chinese Girl In Step by Step Detail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA